Jokowi Resmikan Dua Bandara

  • Whatsapp

Oleh Ryanto Bayan

SAMARINDA, AMUNISINEWS.CO.ID – Saat ini jumlah bandara di Indonesia bertambah. Menyusul dengan diresmikannya dua bandara baru di Kaltim oleh Presiden Joko Widodo hari Kamis (25/10). Yaitu Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT)  Pranoto di Samarinda dan Bandara Maratua di Berau. Dalam sambutannya,  Presiden menargetkan dalam dua pekan ke depan,  rute penerbangan dari Samarinda ke luar pulau harus sudah dibuka.

 

Jokowi mengatakan,  Bandara APT Pranoto sudah layak melayani penerbangan langsung antarpulau. Pembukaan rute baru ini,  apalagi antarpulau pasti akan meningkatkan aktivitas masyarakat.  Dan ini akan memberi efek positif terjadinya percepatan pembangunan di Kaltim,  khususnya Samarinda.

Selain menargetkan rute baru,  Jokowi meminta terminal penumpang Bandara APT Pranoto ini diperluas.

Menurut mantan wali kota Solo itu,  Bandara APT Pranoto yang dibangun Pemkot Samarinda dan Pemprov Kaltim sejak tahun 2011 patut dijadikan percontohan di Indonesia. Bandara yang dibangun dengan total biaya sekitar Rp. 1,5 triliun. Sebagian besar dananya bersumber dari APBD,  sementara bantuan APBN hanya kisaran Rp. 200 miliar.

Selain meresmikan bandara yang populer dengan nama Bandara Samarinda Baru (BSB) itu,  Presiden Jokowi juga meresmikan Bandara Maratua di Berau. Presiden berharap, dengan adanya lapangan terbang baru di Kaltim dapat memunculkan kantong-kantong ekonomi baru dan meningkatkan daya saing wilayah.  Sebab selama ini pertumbuhan ekonomi masih berfokus di pulau Jawa.

Sementara itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memastikan, permintaan Presiden Jokowi bakal dipenuhi. Pihaknya segera memenuhi fasilitas Bandara APT Pranoto. Salah satunya, lampu run way untuk penerbangan malam. Saat ini masih sebatas penerbangan siang. Penerbangan malam ditargetkan bisa dilakukan pada bulan Pebruari atau Maret 2019.

Disebutkan beliau, saat ini BSB itu masih dikelola Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) yang bekerja sama dengan Angkasa Pura (AP) I.

Soal pengembangan Bandara APT Pranoto,  dia memastikan, mulai perpanjangan runway hingga perluasan terminal penumpang didanai dari hasil pengelolaan BUMN, AP I.  Budi menambahkan,  peresmian bandara di Kaltim bukan yang terakhir pada masa pemerintahan ini.  Menurutnya, ada sejumlah bandara lain yang akan selesai hingga 2019 mendatang.

Diwartakan sebelumnya,  pembangunan  yang menghabiskan waktu 11 tahun, Bandara APT Pranoto akhirnya memupus dahaga terkait fasilitas lapangan terbang representatif di Samarinda. Biasanya selama 44 tahun warga Kota Tepian dan sekitarnya harus menempuh perjalanan darat sedikitnya 4-5 jam ke Balikpapan sebelum terbang menuju daerah tujuan.

Akhirnya Bandara di kelurahan Sungai Siring, Kecamatan Samarinda Utara diresmikan operasionalnya oleh Presiden Joko Widodo. Sebelumnya, Mei lalu mantan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak melakukan soft launching dengan ditandainya penerbangan Berau-Samarinda dengan maskapai Express Air. Campur tangan pemerintah diharapkan memaksimalkan keberadaan bandara tersebut.  Terlebih, BUMN Angkasa Pura I tinggal selangkah lagi mengelola lapangan terbang yang bisa ditempuh selama 45 menit dari pusat kota Samarinda itu.

Pos terkait