Jual Istri ke Pria Lain, Warga Semampir Surabaya Ditangkap Polres Pasuruan

Oleh Adek SM

PASURUAN, AMUNISINEWS.CO.ID-Lagi-lagi kejadian yang memilukan terjadi di Pasuruan, seorang suami tega menjual istrinya Melati (34) melalui media sosial.

Kasus itu berhasil diungkap jajaran Polres Pasuruan, Akhamad Syahirul Alim (35) warga Kecamatan Semampir, Kota Surabaya, penjual isteri ini ditangkap di sebuah hotel di kawasan Taman Dayu, Kecamatan Pandaan,  Sabtu (06/07) sekitar pukul 19.30 WIB

Kasatreskrim Polres Pasuruan, AKP Dewa Putu Prima mengatakan, pelaku berhasil diamankan saat bertransaksi bersama pelanggannya di sebuah hotel.

“Saat itu anggota kami melakukan operasi siber, setelah kami menemukan salah satu akun media sosial yang menawarkan  untuk melakukan hubungan seks Threesome (sek bertiga), langsung kami memerintahkan anggota untuk melakukan penggerebekan, ” jelasnya.

Menurutnya, pelaku menjual hanya sekali dengan tarif Rp3 juta dalam sekali kencan.

“Pengakuan pelaku hanya sekali karena tuntutan ekonomi, gaji yang diterima sebagai tenaga las tidak mencukupi, ” imbuh AKP Dewa.

Sementara itu, pelaku Syahirul mengakui kalau ia lakukan karena tidak ada paksaan dan karena pengaruh dengan bacaan artikel Swinger (bertukar pasangan).

“Saya melakukan itu tidak ada paksaan, itu kemauan istri saya untuk mencari sensasi baru,” ujarnya.

Lebih parah lagi, pelaku saat menawarkan istrinya dengan membawa anaknya yang masih berumur 2.5 tahun.

Kini pelaku mendekam di balik jeruji besi Polres Pasuruan dengan dijerat pasal2 Undang undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang tindak pidana perdagangan orang ancaman hukuman 15 tahun penjara.

 

 

42 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KORAN AMUNISI

dan AMUNISINEWS.CO.ID

Ide dasar penerbitan Surat Kabar Umum (SKU) Amunisi dan Amunisinews.co.id antara lain membantu pemerintah dalam upaya penegakkan hukum dan percepatan pemberantasan korupsi. Sesuai Peraturan Pemerintah Republik Indonesia (PP-RI) No, 68 tahun 1999, yang ditetapkan pada 14 Juli 1999 mengatur bagaimana peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan negara, termasuk membantu penegakan hukum dan percepatan pemberantasan korupsi. Amunisi adalah bagian dari masyarakat, yang diharapkan pula dapat berperan aktif. Karena itu, sebagai media cetak, yang akan turut serta dalam penegakkan hukum di Indonesia, Amunisi harus mempunyai visi dan misi yang jelas. Tentunya, diaflikasikan dalam bangun tubuh (halaman) dengan organ-organ (rubrikasi) yang tepat sasaran, yakni setiap yang disajikan adalah berisi informasi-informasi yang digali melalui kerja keras investigasi dengan pendalaman yang dapat dipertangungjawabkan.