Kades Sangiang dan Kades Damping: Program CSR PT.MF Belum Maksimal di Kab.Serang

  • Whatsapp
Foto, istumewa

Oleh, Yusa/Faed

SERANG, AMUNISINEWS.CO.ID.- Perusahaan Menengah hingga Perusahaan Besar yang beroperasi di Indonesia wajib mengalokasikan anggarannya untuk kegiatan tanggung jawab sosial atau yang lebih dikenal dengan istilah Corporate Social Responsibility (CSR).

Program CSR bertujuan untuk memberikan kontribusi kepada pengembangan masyarakat sekitar perusahaan, baik secara ekonomi maupun sosial.

Kegiatan CSR di Indonesia telah diatur dalam Undang-Undang Perseroan No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas yang dilengkapi dengan Peraturan Pemerintah No.47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas. Undang-undang tersebut menjadi acuan perusahaan untuk melakukan kegiatan CSR.

Berkaitan dengan program CSR PT. Malindo Feedmill Tbk yang berlokasi di Desa Sangiang Kec Pamarayan Kab.Serang, Sugeng Wahyono selaku Kades Sangiang Kec.Pamarayan menuturkan kepada media Amunisinews, dikediamannya Sabtu (18/04)

Baru empat bulan saya menjadi Kades Sangiang, setahu saya CSR yang kami terima dari PT. MF sebesar Rp.5.400.000/bulan dialokasikan untuk sarana ibadah dan Rp.100.000/bulan untuk kelengkapan ATK Kantor Desa, tutur Sugeng.

“Kami pernah mengajukan proposal kenaikan nilai CSR agar kegiatan lembaga kemasyarakatan desa dapat tercover,sesuai dengan harapan pemerintah dimana perusahaan ikut berperan dalam pembangunan ekonomi, pengentasan kemiskinan dan semacamnya, namun belum ada kabar lanjutan dari pihak perusahaan”, ungkapnya.

Dengan nada penuh semangat Kades Sangiang ini meyakinkan CSR juga memberikan keuntungan tersendiri bagi perusahaan, karena dengan adanya CSR perusahaan akan lebih dekat dengan masyarakat sekitar sekaligus mendapatkan dukungan operasional.

Pada hari yang sama Kades Damping, Arwan/Bombom mengamini apa yang diutarakan oleh rekan sejawatnya dari Desa Sangiang.

“Desa kami juga dapat CSR dari PT. MF nilainya Rp.2.000.000/bulan pengelolaannya diserahkan kepada Tokoh Masyarakat untuk kegiatan sosial keagamaan, ungkap Arwan.

Arwan menambahkan, CSR yang kami terima merupakan bentuk konpensasi dari PT. MF karena ada satu kampung diwilayah kami yaitu Pasir Peundeuy yang letaknya dekat sekali dengan perusahaan, jelasnya.

“Pasir Peundeuy persis berada di belakang perusahaan, imbas dari operasional perusahaan langsung dirasakan oleh warganya. Seperti kejadian baru-baru ini dimana puluhan ribu ekor ayam mati dan yang menikmati bau busuknya ya warga Pasir Peundeuy”, ungkap Arwan.

Disinggung soal langkah apa yang akan diambil pemerintahan desa Damping soal bau busuk yang menyengat, Arwan menjawab “kami akan berkunjung ke PT. MF dan minta penjelasan secara langsung kepada Manajemen.”

Melalui pesan whatsapp sejak jauh hari (13/04) awak media Amunisinews mencoba konfirmasi soal CSR ini kepada Faisal selaku Humas dari PT. MF, namun sangat disayangkan sampai berita ini di tulis,  ia tidak menjawabnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *