Kadis Perikanan Belitung; Kami Akan Tindaklanjut Diskusi Kemarin

  • Whatsapp

Oleh ; Herman Saleh

PANGKALPINANG, AMUNISINEWS.CO.ID-Kepala Dinas (Kadis) Perikanan Kabupaten Belitung Destika Efenly mengatakan, akan menindaklanjutkan hasil diskusi dengan PPK dan konsultan terkait pembangunan Dermaga Tambat Labuh yang sedang dikerjakan dan diduga bermasalah.

Hal itu dikatakan oleh Destika Efenly saat menjawab konfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Kamis, ( 25/10/2018),

Waalaikumsalam… Hasil diskusi dengan PPK dan konsultan pengawas kemarenkan akan segera ditindak lanjuti. Kalau masalah teknis kontruksi konsultan pengawas yang lebih memahami. Intinya kita akan mengacu kepada spek dan rab yang kita prasyaratkan”, tulis Desrika dalam pesannya.

 Sementara PPK proyek tersebut Slamet S ST menjelaskan bahwa tiang pancang dermaga itu di buat dilokasi karena mengingat biayanya tidak mencukupi kalau dibuat di pabrik dan untuk kekurangan besi dak coran lantai, sekarang sedang dalam proses penambahan besi, 

 “Walaikumusalam wr wb. Kita mesyaratkan dukungan pabrikasi tiang pancang krn menggunakan pancang pengecoran di lokasi. Krn klw menggunakan pancang pabrikasi dananya tdk mencukupi. Belum lagi utk transportasi tiang pancangnya. 

Penambahan besi masih bisa dilakukan termasuk bagian bawah anyaman bisa dibongkar atau di sisipkan, jaraknya disamakan dg pembesian balok sudah komitmen dengan penyedia hrs diselesaikan pembesian sebelum pengecoran”, tulisnya dalam pesan WhatsApp, Kamis (25/10).

 Seperti sudah diberitakan, berdasarkan pantauan dilapangan pada Senin ( 22/10/2018) ditemukan pemasangan tiang pancang sebuah Dermaga milik Dinas Perikanan Kabupaten Belitung dengan ukuran lebar Dermaga 3 Meter dan Panjang Dermaga 8 Meter serta panjang tiang pancang sesudah di cetak itu 4 meter, masih dilakukan menggunakan sistem tradisional, terlihat beberapa tukang bangunan sedang menurunkan tiang pancang kedalam Laut dan menancapkannya kedasar laut dengan memasang selang semprotan diujung tiang pancang tersebut.

Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK) Slamet S ST mengakui bahwa tiang pancang proyek Dermaga milik dinasnya itu dipasang dengan sistem tradisional, dengan alasan dana untuk proyek itu terlalu kecil sedangkan kalau menyewa alat Hammer harga mahal,  “memang pak kami pasang secara tradisional, karena kalau menyewa hammer biayanya sewanya mahal dan tanah disini cukup keras kok”, katanya saat menemani wartawan investigasi lapangan di proyek Dermaga itu, Rabu (24/10.

Berdasarkan Papan Nama yang terpasang, proyek pembangunan Dermaga Tambat Labuh itu milik Dinas Perikanan Kabupaten Belitung dan dikerjakan rekanan dari CV.Amanah Bunda dengan pagu dana Rp.481.248.785,00.- dengan masa pelaksanaan 180 hari kalender dan tanggal kontrak tanggal 22 Juni 2018.

 

Pos terkait