Kadishub Babel Mengakui, Proyek Pembangunan Gedung ATCS Sudah Telat

Oleh, Herman/Vinna

PANGKALPINANG, AMUNISINEWS.CO.ID – Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung KA Tajuddin mengakui bahwa kalau proyek Pembangunan Gedung ATCA sampai saat ini belum selesai dikerjakan padahal waktu pelaksanaannya sudah habis sejak tgl 9 Desember 2018 yang lalu.

Hal itu dikatakan oleh Tajuddin kepada amunisi/deteksionline, Selasa (25/12/2018) melalui pesan whatsapp, karena material ACP nya yang terlambat datang dari Jakarta.

“Wkslm, PPK nya pak Wiratno, masalahnya karena material ACP nya yang terlambat datang dari Jakarta”, tulisnya.

Selain itu diakui juga oleh Tajuddin, perusahaan yang mengerjakan proyek itu akan dikenakan denda sesuai ketentuan yang berlaku.

“jadi nanti akan dikenakan denda keterlambatan sesuai ketentuan yan berlaku”, lagi tulisnya

Diketahui, berdasarkan pantauan deteksionline tanggal 18 Desember 2018, proyek Pembangunan Ruang ATCS Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang terletak dibelakang kantor Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung itu terlihat belum selesai dikerjakan, masa berakhir pelaksanaannya tertanggal 9 Desember 2018.

Nilai proyek itu Rp.676.194.000.00,- berasal dari dana APBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan dikerjakan oleh rekanan dari CV. Belza Pratama yang beralamat di Jalan Mustika IV. Semabung Lama Pangkalpinang.

Pagu Dana Rp 714.195.000.00,- dengan penawaran cuma 4 persen. Dan CV Belza Pratama merupakan penawaran tunggal.

 

34 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KORAN AMUNISI

dan AMUNISINEWS.CO.ID

Ide dasar penerbitan Surat Kabar Umum (SKU) Amunisi dan Amunisinews.co.id antara lain membantu pemerintah dalam upaya penegakkan hukum dan percepatan pemberantasan korupsi. Sesuai Peraturan Pemerintah Republik Indonesia (PP-RI) No, 68 tahun 1999, yang ditetapkan pada 14 Juli 1999 mengatur bagaimana peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan negara, termasuk membantu penegakan hukum dan percepatan pemberantasan korupsi. Amunisi adalah bagian dari masyarakat, yang diharapkan pula dapat berperan aktif. Karena itu, sebagai media cetak, yang akan turut serta dalam penegakkan hukum di Indonesia, Amunisi harus mempunyai visi dan misi yang jelas. Tentunya, diaflikasikan dalam bangun tubuh (halaman) dengan organ-organ (rubrikasi) yang tepat sasaran, yakni setiap yang disajikan adalah berisi informasi-informasi yang digali melalui kerja keras investigasi dengan pendalaman yang dapat dipertangungjawabkan.