Kampanye Akbar “ADIL” Sedot Perhatian Publik

  • Whatsapp

Oleh Jecko Putnaroeboen

TUAL, AMUNISINEWS.CO.ID – Pasangan Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Tual, Drs. Basri Adlly Bandjar – Fadillah Rahawarin. S. Pi dengan jargon ADIL menggelar kampanye akbar dinilai mampu menyedot perhatian publik serta melibatkan tiga pimpinan partai politik pengusung.

Hal ini disampaikan oleh, Drs. Basri Adlly Bandjar kepada media Amunisinews, Kamis (21/6) pada saat kampanye akbar Pasangan ADIL yang diselenggarakan di Lapangan Roda El Kota Tual, kecamatan dullah utara.

Drs. Basri Adlly Bandjar meyampaikan bahwa dia selalu menggigatkan kepada seluruh simpatisan dan pendukung ADIL tentang tiga (3) ciri – ciri orang munafik, pertama berkata selalu bohong, kedua berjanji selalu di ingkari, ketiga bila diberikan amanah selalu di ingkari, dan oleh karena itu kita juga mengajak semua lapisan masyarakat agar kirahnya kita tidak berada di dalam lingkaran orang – orang munafik.

Visi dan Misi Pasangan ADIL, Visi Pasangan ADIL adalah, terwujudnya Kota Tual sebagai Kota yang Maren berbasis Maritim di tahun 2023. Maren sebagaimana yang kita ketahui bahwa Maren ini merupakan salah satu kearifan lokal kita orang kei, artinya gotong royong atau kerja sama.

Selain itu, Maren yang ada pada Pasangan ADIL itu merupakan salah satu Akronim dari Maju, Adil, Religius, Ekonimi Kerakyatan dan Nasionalis.

Maju artinya, pemerintahan dan seluruh masyarakat Kota Tual dari waktu ke waktu akan berubah menjadi lebih baik, harin ini harus jauh lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini.

Adil artinya, tidak berat sebelah dan akan memandang seluruh masyarakat kota tual itu sama di mata pemerintahan dan kami tidak membeda – bedakan suku, ras dan agama manapun.

Religius artinya, jika pasangan Adil terpilih nanti kita akan berupaya agar seluruh masyarakat kota tual senantiasa untuk taat dalam beribadah serta mentaati ajaran agama dan menjahui larangannya.

Ekonomi kerakyatan artinya, pasangan adil akan berupaya untuk mengangkat seluruh masyarakat kota tual yang masih hidup dalam garis kemiskinan sehingga mereka bisa keluar dari garis kemiskinan.

Nasionalis artinya, seluruh pemerintahan dan pelaksanaan pembagunan serta pelayanan masyarakat selalu berlandaskan pacasila, dan NKRI harga mati.

Lebih lanjut, Sekwil PPP Provinsi Maluku, Arif Hentihu menyampaikan orasi politik pada kampanye akbar pasangan Adil, menurutnya, saudara Adlly Bandjar merupakan salah satu tokoh muda semasa saya kulia dullu dan saudara Adlly Bandjar pada waktu itu menjadi ketua senat Fakultas Ekonomi, Universitas Patimura.

“Berlandaskan penghargaan itulah pada saat Partai Persatuan Pembagunan (PPP) membuka pendaftaran saya langgsung menginstruksikan kepada ketua DPC dan seluruh jajarannya di Kota Tual untuk memilih seorang tokoh seperti Drs. Basri Adlly Bandjar – Fadillah Rahawarin. S. Pi karena mereka berdua memiliki rasa kepedulian yang penuh dengan keadilan dan kejujuran,” kata Arif.

Selain itu, Arif Hentihu menambahkan, sewaktu saya kuliah dulu dan waktu itu Fakultas Ekonomi dibawah kepemimpinan senat Adlly Bandjar beliau membuat sekaligus konsep kerukunan beragama serta merayakan natal dan halal bihalal dirayakan dalam satu gedung. dan itu artnya kepemimpinan Adlly Bandjar bukan untuk kepentingan keluarga, kepentingan kolega – koleganya dan bukan untuk kepentingan pengusaha – pengusahanya tetapi melainkan kepemimpinan untuk rakyat Kota Tual yang dimana mereka duduk di kursi empuk apabila ada rakyat Tual yang merasa kesusahan dan kursinya bergerak maka mereka dapat merasakan penderitaan rakyat.

 

 

 

Pos terkait