Kantor Desa Dilurug Puluhan Orang, Tuntut Pemerintah Desa Kawal Aset Desa

  • Whatsapp

 

oleh tama/hermawan/nugroho

lurug
Beberapa orang mengatasnamakan warga orasi didepan kantor desa Sidokepung

Selamet Hariyadi : Pemerintah desa harus kawal aset dan anggaran dana desa

 

SIDOARJO,AMUNISINEWS.COM – Kembali terjadi demo mengatas namakan warga desa Sidokepung Kecamatan Buduran. Pendemo  melakukan aksi dengan berorasi

Di depan kantor desa Kamis (5/10) siang.

Kedatangan puluhan warga menuntut pemerintah desa sekarang untuk membantu menyelesaikan kasus yang saat ini sedang ditangani Kejaksaan Negeri Sidoarjo dan kawal

aset dan anggaran dana desa.

Selamet Hariyadi Korlap aksi kepada wartawan mengatakan, aksi  ini mereka meminta pemerintah desa sekarang untuk membantu pihak kejaksaan,dan membongkar hilangnya aset desa, di dusun Mlaten,hilangnya arsip dokumen yang seharusnya tersimpan di desa, serta mengamankan asset desa yang sekarang sedang ditangani kejaksaan. Karena asset desa juga merupakan asset negara.

“Warga meminta pemerintah sekarang bersungguh-sungguh karena seharusnya merasa kecolongan /kehilangan asset desa.Dan itu terjadi di eranya pemerintah desa saat itu kepala desa dijabat oleh bu Elok,” terang Selamet.

Selamet berharap pemerintah membantu  mengomunikasikan dan membuat masyarakat  ini sejaterah yang artinya bila mana kasus ini tidakselesai masyarakat akan terus menuntut asset desa yang hilang, juga milik desa harus kembali ke desa maupun Negar. “Jangan kesannya menghilang karena ini sudah termasuk korupsi,” ujar Selamet Hariyanto, korlap aksi.

Sementara Sentot Kunmardianto Camat Buduran saat dikonfirmasi wartawan Kamis (5/10) mengatakan, aksi ini sebetulnya hanya sekelompok manusia kecil saja,karena berapa jumlah mereka 0,sekian persen. Mereka tidak bisamewakili masyarakat, dia bukan tokoh dan bukan BPD.

“Apakah bisa dibilang mewakili aspirasi masyarakat? Kita lihat mereka di depan kantor desa hanya berapa orang 8 sepuluh orang saja. Berbeda berbanding dengan ijinnya yang katanya 500 an orang..Dan aksinya memutar musicdan seperti itulah.Dan harusnya dia peserta orasi meminta masuk perwakilan untuk masuk dan mediasi.Padahal apa yang dituntutkan itu sudah kita fasilitasi dan sudah ditangani kejaksaan sampai sekarang,yang bikin jadi heran kalau aksi ini memperjuangkan seseorang yang tidak tahu orang yang dibantu  tersebut,” terang Sentot.

Saat disinggung terkait ada hubungannya dengan pemberhentian perangkat desa inisial ST itu sudah sesuai prosedur dan  Perbub Nomor 55 pasal20 -26 dijelaskan seandainya dia itu perangkat dia harus diberhentikan,dia sudah tidak mempunyai SK.

“Saat itu masih kepala desa era Bu Elok.Dan saya belum masuk Buduran jadi saya rasa saya masuksudah dengan sendirinya secara otomatis sudah tidak menjabat yang bersanngkutan perangkat tersebut,” ujar Sentot kepada awak media ini. Bersamaan Suyud Suprihaji PJ Kepala Desa Sidokepung Kecamatan Buduran menambahkan,’ sebetulnya aksi seperti ini sudah pernah dilakukan dulu sebelum era dirinya pada saat bu Elok.

“Dan saat itu 7-8 orang perwakilan sudah kita beri penjelasan dan pemahaman dan dijawab pihak Kecamatansesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ucap Pj Kades Sidokepung tersebut singka

  • editor hendra usmaya

 

Pos terkait