Kantor Desa Panunggal Cabut Surat Domisili Tak Dilengkapi Dokumen Resmi

  • Whatsapp

Oleh Red

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID- Kantor Desa Panunggal, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur akhirnya mencabut surat domisili yang diajukan oleh NOT, warga Slipi, Jakarta Barat.

Hal ini dikatakan Sekdes Abdul Rohmat Noloyudo, menjawab konfirmasi tertulis Amunisinews.co.id. “Surat keterangan domisili tersebut telah kami cabut,” kata Sekdes Abdul Rohmat Noloyudo.

Pencabutan surat No.470/5/424.310.2010/2020 tanggal 6 Februari. katanya, karena yang bersangkutan (NOT) tidak memenuhi apa yang dijanjikan kepada pihak Desa Panunggal untuk mengurus surat pindah dari ke Desa Panunggal.

“Yang dijanjikan itu kelengkapan pengurusan Surat Keterangan Domisili tidak terpenuhi maka kami selaku pemerintahan Desa Panunggal mencabut surat yang kami keluarkan tersebut,” tegas Sekdes.

Dengan demikian, surat yang dikeluarkan dan akan diajukan oleh NOT sebagai persyaratan ojek online tidak berlaku lagi. “Yang bersangkutan juga sudah tidak ada lagi di desa Panunggal,” ujar Sekdes lagi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Desa Panunggal, Kecamatan Nguling,Pasuruan, Jawa Timur, Slamet Sunhaji menerbitkan Surat Keterangaan Domisili No. 470/51/424/310.210,yang dikeluarkan untuk atas nama NOT, tertanggal 6 Februari 2020.

Dalam surat domisili, Kades membenarkan NOT adalah penduduk berdomisi di Dusun Sawahan RT 003/RW001, Desa Panunggal, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Padahal sebelumnya, NOT yang beralamat Jalan Slipi Dalam Gang F No. 24 Kelurahan Slipi, Jakarta Barat, tak pernah mengajukan surat permohonan pindah alamat dari kelurahan tempat tinggal awalnya.

Sesuai ketentuan yang berlaku, bahwa kepindahan kependudukan seseorang dari satu tempat ke tempat lainnya harus disertai dokumen: a) Formulir F-1 (dari desa/kelurahan),b)Kartu Keluarga asli, c) Surat keterangan datang. d) Berkas

Perihal NOT tidak pernah mengajukan permohonan pindah seperti tertuang dalam surat keterangan  Ketua RT001/02 Kelurahan Slipi yang ditandatangai oleh Ketua RW Abas Sewakia, SE, bahwa yang bersangkutan tidak pernah mengajukan permohonan pindah alamat.

Kepindahan NOT ke desa tersebut ini berawal dari perkenanalannya dengan sorang janda bernama DH, penduduk Desa Sawahan, yang kemudian dinikahinya tanpa seizin isteri pertama Ny NS. Bahkan, NOT juga diduga melakukan tindak pidana memalsukan tanda tangan NS, untuk mengambil semua uang pensiun tempat NOT bekerja di sebuah perusahaan penerbangan.

Kemudian, pada tanggal 13 Januari 2019, NOT membuat pernyataan menceraikan DH, dengan talak 3, yang berarti sudah tidak ada hubungan suami isteri lagi. Karena menurut hukum agama bila talak tiga, antara NOT dan DH tidak boleh kembali lagi kecuali DH sudah nikah dengan orang lain, bercerai dan baru boleh menikah lagi dengan NOT.

Menurut informasi NOT beserta DH kini menetap di Probolinggo, Jawa Timur.

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *