Kapolres Jakarta Timur Diadukan ke Propam Polri

  • Whatsapp

Oleh Rukmana/Budi Setiawan

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID- Eksekusi bangunan di tanah sengketa di Kampung 200 Galian Cipinang Melayu,Jakarta Timur oleh Panitera Muda Teni dari Pengadilan Negeri Jakarta Timur,  Selasa (23/07/2020) berdasarkan penetapan pengadilan negeri Jakarta Timur (PN-JT) nomor 39 dinilai salah objek oleh Kuasa hukum Bob Goldman pemilik tanah seluas 9 H.

Menurut Prof.DR.Lur,Sadipun S.H.,M.Hum kuasa hukum dari Bob Goldman,tindakan PN-JT yang mengeksekusi lahan dan bangunan milik kliennya merupakan tindakan anarkis dan menciderai keadilan serta penegakkan hukum di Indonesia,karena mereka mengeksekusi objek berdasarkan putusan No.39.

“Sedang bangunan dan tanah klien kami besok (Rabu/24/07/20) akan diputus perkaranya oleh PN-JT,” katanya.

“Yang lebih aneh nomor perkaranya berbeda,lahan milik Bob Goldman nomor perkaranya 149 sedang perintah eksekusi yang dilaksanakan Teni (PN-JT) No.39,oleh karenanya ini adalah tindakan anarkisme yang berkedok hukum,” imbuh Prof Sadipun.

Aparat Arogan

Masih menurut Prof.Sadipun,dalam pengamanan eksekusi Selasa (23/07/20) aparat kepolisian menangkap Edi Padaeng, Ketua Paguyuban Kp.Galian dan Simon pengurus Paguyuban tanpa dasar hukum yang jelas,ini kesewenang-wenangan jabatan (abuse of power) tak hanya mempertontonkan arogansi.

“Kapolres Jak-tim dalam memimpin pengamanan bertindak salah prosedur, maka demi memenuhi rasa keadilan dan perbaikan tatanan hukum kedepan maka kami adukan Kapolres Jakarta Timur ke Propam Mabes Polri karena turut serta dalam pengamanan eksekusi meski tahu bahwa nomor perkara yang dieksekusi dengan perintah eksekusi tidak sama,” tandasnya.

Sementara itu Panitera PN-JT Teni dalam jumpa persnya mengatakan, pihaknya melaksanakan putusan No.39 yang menetapkan konsinyasi dan karena sudah diberikan waktu untuk membongkar sendiri bangunan sudah habis. “Kami eksekusi demi memukuskan pembangunan jalan kereta api cepat Jakarta Bandung,” ujar Teni

Kapolres Jakarta Timur Konbes Pol Arie menyampaikan, pihaknya mengerahkan 1200 personil terdiri dari TNI,Polri,Satpol PP,,Dishub dan Damkar untuk pengamanan eksekusi berdasarkan putusan PN-JT Nomor 39,.

Sementara warga Galian RW 014 Kp.Galian,Cipinang Melayu yang digusur rumahnya menjerit meratap memohon keadilan kepada Tuhan,karena hanya Tuhan yang dapat menolong mereka.

“Saya kecewa,mengapa hukum di negeri ini seperti ini,besok putusan Pengadilan kok hari ini dieksekusi,padahal penetapan eksekusi nomor perkaranya 39 sedang perkara kami nomor 149,ada apa ini,”ungkap Ny.Nurcholis istri alm. Bob Goldman.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *