Kapolri Apresiasi Perjuangan Wahidiyah

  • Whatsapp
Pengasuh perjuangan Wahidiyah dan ponpes Kedunglo Kanjeng Romo KH Abdul Latif Madjid RA bersama Kapolda Jatim (kanan) Irjen Pol Machfud Arifin SH

Oleh: Al Amin

Pengasuh perjuangan Wahidiyah dan ponpes Kedunglo Kanjeng Romo KH Abdul Latif Madjid RA bersama Kapolda Jatim (kanan) Irjen Pol Machfud Arifin SH
Pengasuh perjuangan Wahidiyah dan ponpes Kedunglo Kanjeng Romo KH Abdul Latif Madjid RA bersama Kapolda Jatim (kanan) Irjen Pol Machfud Arifin SH

KEDIRI,AMUNISINEWS.COM –Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian memberi perhatian khusus kepada Yayasan Perjuangan Wahidiyah (YPW). Hal tersebut terungkap dari sambutan Kapolda Jatim Irjen Pol. Machfud Arifin SH, pada Mujahadah Kubro dalam rangka memperingati HUT Shalawat Wahidiyah ke-54, dan haul Mbah KH. Mohammad Ma’ruf (Pendiri Ponpes Kedunglo) ke-62, di Ponpes Kedunglo Al-Munadhdhoroh, Kota Kediri, Minggu (15/10) malam.

Diterangkan Machfud, kehadirannya mengikuti Mujahadah Kubro yang diselenggarakan YPW Pusat itu, atas perintah Kapolri dan tidak boleh diwakilkan. Karenanya ada sejumlah kegiatan di Surabaya yang terpaksa ia tinggalkan agar bisa menghadiri Mujahadah Kubro. Karena, menurutnya Mujahadah Kubro menjadi acara prioritas.

Masih dalam sambutannya, Kapolda Jatim juga menyampaikan permohonan maaf kepada Pengasuh Perjuangan Wahidiyah dan Ponpes Kedunglo, Kanjeng Romo KH. Abdul Latif Madjid, RA, atas ketidakhadiran Kapolri pada Mujahadah Kubro, sebagaimana yang telah direncanakan sebelumnya, saat Kapolri melakukan Safari Ramadhan, beberapa bulan lalu.

”Saya selaku Kapolda Jawa Timur menyampaikan permohonan maaf Pak Kapolri berhalangan hadir, karena ada tugas negara yang tidak bisa ditinggalkan. Maka, saya diperintahkan untuk hadir dan tidak boleh diwakilkan. Ini betul perintah Pak Kapolri, saya harus hadir,” ungkap Kapolda Jatim di hadapan sekitar 50 ribu peserta Mujahadah Kubro.

Menurut Machfud, Shalawat Wahidiyah merupakan amalan yang baik. Wahidiyah artinya ilmu tauhid, ilmu ketuhanan, ilmu untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta bermanfaat untuk menjernihkan hati.

Lebih jauh diterangkan Kapolda Jatim, bahwa pendiri Ponpes Kedunglo (Mbah KH. Moh. Ma’ruf) memiliki suatu tujuan mulia untuk membina ahlak, tingkah laku serta perbuatan masyarakat berdasarkan pada ajaran Islam dengan tetap memperhatikan kondisi masyarakat yang plural, demokratis, damai serta saling menghormati. “Oleh karena itu Ponpes ini memiliki nilai yang sangat penting untuk mengembangkan ajaran agama Islam dengan tetap menjaga kedamaian, persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia,” katanya.

Selain itu Kapolda Jatim menyebutkan Perjuangan Wahidiyah mempunyai kontribusi yang sangat besar bagi masyarakat dan telah ikut mencerdaskan bangsa dengan mendirikan sekolah Wahidiyah, mulai dari TK hingga perguruan tinggi, yakni Universitas Wahidiyah. Karenanya, ia berharap dari pelaksanaan Mujahadah Kubro ini dapat mempererat tali silaturahim serta  meningkatkan ukhuwah Islamiyah di Republik Indonesia. Karena itu, ketika dikonfirmasi Amunisi, usai memberi sambutan Machfud menyebutkan kegiatan Wahidiyah sangat baik diselenggarakan di seluruh Nusantara.

”lni (mujahadah) adalah acara permohonan doa untuk keberkahan bangsa dan negara, tentunya ada nilai-nilai positif yang dirasakan masyarakat. Jadi, acara semacam ini sangat baik dilaksanakan di mana saja,” tegas Irjen Pol. Machfud Arifin yang didampingi sejumlah pejabat utama Polda Jatim serta para Kapolres di jajaran Korwil Kediri.

Di samping itu, Kapolda Jatim memberi apresiasi terhadap Perjuangan Wahidiyah yang tidak terpengaruh oleh paham atau kelompok yang ingin membelah NKRI, atau aliran radikal yang memaksakan kehendaknya. Karenanya dalam sambutannya ia menegaskan Wahidiyah atau Ponpes Kedunglo cinta Tanah Air.

editor: Al Amin

Pos terkait