Kapolsek Jawilan bersama Ormas Tertibkan Pungli Dikawasan PT BT

  • Whatsapp
Kapolsek Jawilan saat kordinasi bersama LSM dikawasan PT BT-Serang

Oleh,Yadi

SERANG, AMUNISINEWS. CO.ID.- Atas informasi dari Masyrakat dan supir yang melintas di Kawasan PT Budi Texindo, bahwa adanya  Pungutan Liar (Pungli)  yang di duga dilakukan oleh sejumlah oknum anggota ormas yang ada di wilayah tersebut.

Membuat Kapolsek Jawilan, Iptu Mirza dan sejumlah Ormas yang merasa dirugikan namanya menjadi geram. Atas kejadian tersebut  Kapolsek Jawilan Iptu Dedi Mirza S.I.K MM dan anggota Koramil Kopo/Jawilan beserta elemen masyarakat, perangkat Desa turun langsung membubarkan pos Ormas yang menjadi tempat pungli. Jum’at (5/6/2020)

Iptu Dedi Mirza mengatakan, langkah ini diambil setelah banyaknya aduan dari Sopir Truk terkait banyaknya pungutan liar oleh oknum Ormas
“Aduan sopir terkait banyaknya pungli, saya buktikan dengan menyamar jadi kernet truk untuk melihat langsung praktik pungli ada beberapa orang yang di amankan untuk di mintai keterangan, mereka mengatasnamakan ormas meminta paksa kepada supir yang melintas ada 5 titik dan biaya di keluarkan Rp, 35.000 s/d Rp, 40.000 rb per lintas”, jelasnya

Sebelum pihaknya melakukan pembongkaran, kita berkordinasi dengan ketua Ormas yang mendirikan pos di sepanjang jalan kawasan untuk membongkar secara sukarela, kita meyakini bahwa pimpinan Ormas tidak mengetahui, ini hanya oknum saja.
” Pos ormas yang dibongkar adalah Tjimande Tari Kolot Kebon Jeruk Hilir (TTKDH), Badan Pembinaan Potensi Keluarga Banten (BPPKB), dan pos lainnya sebanyak 5 pos”, imbuhnya.

Sementara itu, Mahmud Ketua Ormas DPC TTKDH Kecamatan Jawilan menegaskan dirinya membuat pos bukan untuk memalak supir.
“Ada oknum yang mengatasnamakan ormas untuk meminta uang kepada supir, kita mendirikan pos ini untuk membantu keamanan karena ada beberapa rekanan yang bongkar muat di kawasan ini”, tuturnya.

Selanjutnya, Kapolsek Jawilan Iptu Dedy Mirza bertempat di Mapolsek Jawilan mengundang seluruh Ketua Ormas untuk hadir di kantor nya.

Dalam pertemuan itu disepakati nota kesepahaman (MOU) dimana Ormas tersebut menjamin kawasan bebas pungli serta tidak akan mendirikan pos kembali, jika masih ada oknum melakukan itu pihak Polsek dipersilahkan untuk menindak tegas sesuai dengan aturan dan hukum yang berlaku.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *