Kasus Dugaan Penipuan Oleh Profesor Masuk Proses Konfrontir

  • Whatsapp

Oleh Tim

JAKARTA, AMUNISI-Kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan dan atau pemalsuan yang diduga pula melibatkan MSN, yang mengaku professor kini masuk dalam proses konfrontir oleh  Subdit Res Kamneg Polda Metro Jaya.

Informasi diperoleh menyebutkan dalam konfrontir yang dilakukan Subdit Res Kamneg Polda Metro Jaya pada Kamis (5/4/2018), sekitar tiga jam, pihak pelapor merasa aneh.

Keanehan itu, ungkap pelapor yang juga seorang doktor,  yang kebetulan ditemui di Mapolda Metro Jaya, usai dimintai keterangannya, terlapor memberikan keterangannya di hadapan penyidik mengarang cerita.

Sementara pihak terlapor tak sempat ditemui, karena sudah tidak ada di Mapolda Metro Jaya.

“Mustinya dia yang masih sebagai ASN di salah satu Universitas di Makassar, dan juga pernah mengaku sebagai pengacara, memberikan keterangan dengan benar. Tapi ini kenyataannya dia mengarang cerita,” jelas JP, yang mengaku bahwa dirinya juga pernah sebagai pendidik si perguruan tinggi.

“Tidak boleh itu seorang ASN, juga berprofesi sebagai pengacara. Saya tahu dia sebagai pengacara, karena dia juga pernah menempati kantor saya di Graha Mandiri Lantai 25, Jalan Imam Bonjol No. 61, Jakarta Pusat,” katanya lagi.

Dari awal itulah, kata JP terjadinya kasus dugaan penipuan. “Tapi tidak apa, Senin (9/4/2018), kita lihat. Penyidik akan kembali melakukan konfrontir,” kata JP.

Diketahui, dugaan penipuan yang dilakukan MSN, dengan mengimingi JP, sudah sering memenangkan perkara di Mahkamah Agung (MA).

Akibat iming-iming itu, akhirnya JP tertarik, dan bersedia mengeluarkan uang sebesar Rp 950 juta. Tapi bukan menang perkara yang didapat, malah sebaliknya, uang tersebut raib. SN pun sudah tak bisa dihubungi.

Merasa kesal karena terperdaya, korban pengusa yang bergelar doktor ini melaporkannya ke Polda Metro Jaya.

Korban melaporkan MSN dengan nomor laporan LP/2951/VIII/2017/PMJ/Dit Reskrimum, tanggal 22 Agustus 2017, dengan tuduhan dugaan melakukan Penipuan dan atau Penggelapan dan atau Pemalsuan, disangkakan melanggar Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP dan atau Pasal 263 KUHP.

Sementara tempat kejadian, seperti tertulis dalam surat laporan, di Graha Mandiri Lantai 25, Jalan Imam Bonjol No. 61, Jakarta Pusat.

Pos terkait