Kasus Kepemilikan 100 Kilogram Ganja Jaksa Ajukan Banding Atas Putusan Hakim

  • Whatsapp

Oleh: Ramdhani

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID. – Tidak puas dengan vonis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta terkait kasus kepemilikan ganja seberat100 kilogram.

Pengajuan banding tersebut dilakukan JPU lantaran Majelis Hakim memvonis terdakwa Zulfikar alias Zul selama 15 tahun penjara serta denda Rp1 miliar dengan subsidair 6 bulan kurungan dari tuntutan JPU seumur hidup.

“Kami telah resmi mengajukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi,” ujar Nurwinardi selaku Kepala Seksie Pidana Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat, Jumat (14/10/2021) melalui pesan singkat.

Perlu diketahui surat dakwaan JPU menjerat Zulfikar dengan dakwaan alternatif yakni Primair Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009, tentang Narkotika dan Subsidair melanggar Pasal 111 ayat (2) UU RI No. 35 tahun 2009, tentang Narkotika.

Sehingga, dalam tuntutan pidananya JPU meyakini Zulfikar terbukti melakukan percobaan permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika dan prekursor.

JPU menyatakan, terdakwa Zulfikar alias Zul Bin Rajali (Alm) terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana percobaan atau permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika dan prekursor narkotika tanpa hak atau melawan hukum

“Diatur dan diancam pidana menurut primair Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009, tentang Narkotika sebagaimana yang kami dakwakan dalam dakwaan Primair,” ucap JPU pada 6 September 2020 lalu.

Namun Majelis Hakim menyatakan, terdakwa Zulfikar alias Zul Bin Rajali  (Alm) terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana percobaan atau permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika dan prekursor narkotika tanpa hak atau melawan hukum.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Zulfikar Alias Zul Bin Rajali (Alm) dengan pidana penjara selama 15 tahun denda Rp1 miliar dan subsidair penjara 6 bulan,” pungkas Hakim.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *