KBT Tour De Banyuwangi 2018: Deputi III Kemenpora Kagumi Kemandirian Wahidiyah

  • Whatsapp
Dari kiri ke kanan, Ketua Ikatan Sepeda Seluruh Indonesia (ISSI) Banyuwangi Dr, Ir H. Guntur Priambodo MM (kiri), Hadhrotul Mukarrom Kanjeng Romo KH. Abdul Latif Madjid, RA (tengah), dan Deputi III Kemenpora RI Teguh Raharjo, S.PD, MM (kanan).

Dari kiri ke kanan, Ketua Ikatan Sepeda Seluruh Indonesia (ISSI) Banyuwangi Dr, Ir H. Guntur Priambodo MM (kiri), Hadhrotul Mukarrom Kanjeng Romo KH. Abdul Latif Madjid, RA (tengah), dan Deputi III Kemenpora RI Teguh Raharjo, S.PD, MM (kanan).
BANYUWANGI, AMUNISINEWS – Deputi III Kemenpora RI Teguh Raharjo, S.PD, MM, mengagumi kemandirian Wahidiyah dalam ikut membina umat dan masyarakat dengan cara swadaya, tanpa minta bantuan (finansial) dari pihak mana pun. Menurutnya tangan di atas itu lebih baik dari yang di bawah.
Demikian diungkap Deputi III Kemenpora RI ketika dihubungi Amunisinews usai melepas peserta Kedunglo Biking Team (KBT) pada even KBT Tour De Banyuwangi 2018, di depan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, Sabtu (03/03/2018) pagi.
“Saya sangat apresied terhadap Wahidiyah. Karena dalam menjalankan fungsinya ikut membina umat dan masyarakat tidak tergantung (meminta-minta-Red.) kepada pihak lain, melainkan menggali segala pontesi yang dimilikinya. Inilah yang paling baik. Karena posisi tangan di atas itu lebih baik dari yang berada di bawah. Umat Islam memang harus kuat,” katanya, penuh rasa kagum.
Oleh karena itu, lajut Teguh, pemerintah memberi suport dan akan memberi dukungan terhadap rencana Wahidiyah yang akan mengadakan liga sepakbola. Karenanya, ia berharap apa yang dilakukan jamaah Wahidiyah dalam penyelenggaraan KBT Tour De Banyuwangi 2018 ini, bisa menjadi motivasi bagi masyarakat.
Sebab, menurutnya, saat ini di Indonesia masalah kebugaran masih rendah. “Mudah-mudahan kegiatan (olah raga sepeda) komunitas KBT ini patut ditiru bagi masyarakat agar bangsa Indonesia ke depan menjadi bangsa yang sehat dan kuat,” kata Teguh penuh harap. Selain komunitas KBT, KBT Tour De Banyuwangi 2018 juga diikuti oleh sejumlah pengurus dan anggota Ikatan Sepeda Seluruh Indonesia (ISSI) Banyuwangi, serta komunitas sepeda lainnya.

Sarana Dzikir

PENGASUH Perjuangan Wahidiyah dan Ponpes Kedunglo Al Munadhdhoroh, Hadratul Mukarrom, Kanjeng Romo KH. Abdul Latif Madjid, Radliyallohu Anhu (RA), saat menyampaikan fatwa dan amanatnya pada acara KBT Tour De Banyuwangi 2018, berpesan kepada seluruh peserta dalam mengikuti kegiatan tersebut agar diniatkan untuk beribadah kepada Allah SWT.
“Karena segala perbuatan itu sesuai niatnya. Maka saya ingatkan kepada peserta KBT dalam mengikuti aktifitas ini (olah raga sepeda) jangan hanya bertujuan olah raga, tapi harus diniatkan ibadah. Kemudian nanti dalam perjalanan, jangan hanya omong-omongan, tapi setiap kayuhan seyogyanya harus diisi dengan dzikir (ingat) kepada Alloh,” pesan Kanjeng Romo KH. Abdul Latif Madjid, RA.
Selain itu Kanjeng Romo RA juga berpesan untuk menjaga keamanan dan keselamatan agar tidak saling salip-menyalip. Karena, menurut Beliau RA, hal tersebut dapat merubah formasi dan menimbulkan ketidaktertiban dalam barisan. “Kita harus disiplin. Kita harus ikut aturan dan taat hukum. Agar (masyarakat- Red.) bisa taat hukum itu, mari kita mulai dari diri kita sendiri,” dawuhnya seraya menerangkan apa yang disampaikan kepada peserta KBT tentang kedisiplinan itu, hal tersebut merupakan suatu cerminan dan bagian dari budaya yang diajarkan di Wahidiyah.
“Wahidiyah adalah organisasi (keagamaan) besar ketiga di Indonesia, setelah Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Kita punya perwakilan (YPW) di seluruh daerah di Indonesia. Kita juga punya sejumlah perwakilan di luar negeri, seperti di Malaysia, Brunai Darussalam, Hongkong, Macau, Saudi Arabia dan lain-lainnya,” ungkap Kanjeng Romo RA.
Lebih jauh diutarakan Pengasuh Perjuangan Wahidiyah, bahwa eksistensi Wahidiyah hingga saat ini tidak pernah minta bantuan (fianansial) kepada pihak lain maupun pemerintah. Diterangkan Beliau RA, dalam membangun dan menjalankan segala program Wahidiyah semua diperoleh secara swadaya dengan menggali segala potensi yang ada.
“Itulah yang saya terapkan kepada jamaah Wahidiyah agar tidak menjadi peminta-minta,” tegas Hadhrotul Mukarrom Kanjeng Romo KH. Abdul Latif Madjid, RA, dalam sambutannya beberapa saat sebelum peserta KBT Tour De Banyuwangi 2018 dilepas oleh Deputi III Kemenpora RI Teguh Raharjo, S.PD, MM.
Menurut informasi yang diperoleh Amuisinews, kegiatan KBT Tour De Banyuwangi 2018 merupakan bagian dari rangkaian acara Mujahadah Nisfussanah dan Doa Bersama untuk Persatuan Bangsa yang diselenggarakan oleh Jamaah Wahidiyah se-Jawa Timur. al amin

Pos terkait