Keberadaan Al – Zaytun Koreksi Terhadap Negara Tentang Kemandirian Sebuah Bangsa
Oleh Rukmana

INDRAMAYU, AMUNISINEWS.CO.ID- Kagum, bangga dan optimisme Jenderal TNI Gatot Nurmantyo terhadap Pesantren Al-Zaytun, Indramayu, Jawa Barat tersimpul dalam sebuah ucapan tasbih dan Syukur Sang Jenderal,”Subhanallah, Walhamdulillah,”.

 Itulah ungkapan pertamakali saat Jenderal TNI Gatot Nurmantyo memasuki gerbang pintu Al-Zaytun.

Gatot Nurmantyo diundang Mahad Al – Zaytun untuk memberikan kuliah umum kepada 400 orang Civitas Akademika Al – Zaytun, Rabu (7/02/18).

Dalam kuliah umum yang disampaikan di Masjid Rahmatan Lil’alamin, Al – Zaytun, Indramayu, Jawa Barat, Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan, dirinya melihat, konsep yang diterapkan Al – Zaytun inilah yang dapat membawa bangsa Indonesia sebagai bangsa pemenang. “Keberadaan Al – Zaytun adalah koreksi terhadap Negara, dimana Negara yang besar namun tidak mampu mandiri,” tandas Gatot.

“Al – Zaytun mampu mewujudkan kedaulatan pangan, semua kebutuhan pangan ditanam sendiri, Al – Zaytun juga mempunyai program jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, sehingga setiap tahunnya bisa dievaluasi, langkah – langkahnya dapat terukur dengan baik, ini terlihat dari bangunan gedung – gedung tinggi untuk sarana pendidikan, lahan pertanian yang luas, lahan peternakan yang sangat baik, sarana olahraga yang lengkap sehingga tempat (pesantren) ini menjelma sebagai sebuah village peradaban baru yang modern dan menjunjung tinggi nila – nilai kebaikan dan kebenaran akan sebuah kehidupan berbangsa dan bernegara yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa,”terangnya.

“Saya hadir disini ditugaskan menterjemahkan pengantar Syaykh Al – Zaytun tentang Garis – Garis Besar Haluan Negara yang kini tidak lagi diterapkan di Indonesia, memang idealnya, sebuah negara memiliki GBHN dan program jangka pendek dan program jangka panjang, mengapa? Karena kita harus tahu bahwa: panjang equator indonesia 5120 km dan dunia 40.075 km jadi Indonesia punya 1/8 panjang equator dunia,” paparnya

Dengan kondisi seperti itu,Indonesia harus mandiri dalam segala aspek kehidupan, dan kemandirian itu harus memperhatikan Air, tanah dan Bibit dan hebatnya,Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat kaya.

Indonesia memiliki 714 suku dan 1100 lebih bahasa, Afganistan saja hanya ada 7, dan perang terus. Kita juga punya 34 propinsi, betapa heterogennya bangsa ini.

Bumi idealnya dihuni oleh 3-4 milyar orang, menurut teori Malthus 1798, pada tahun 2011 lalu, penduduk bumi sudah berjumlah 7 milyar, prediksi Smith, jumlah penduduk dunia akan bertambah 1 miliyar orang pada setiap tahunnya, jika dipetakan antara teori Malthus dengan data Smith, maka titik temu antara ketersediaan pangan dan dengan jumlah penduduk dunia untuk mendapatkan makanan yang layak terjadi pada tahun 2011, inilah titik kritis.

Seluruh dunia akan mengalami kekurangan ketersediaan pangan bagi para penduduknya, kedepan, seluruh dunia mengalami krisis pangan.

di Afrika, sudah sudah terjadi kesulitan memperoleh air, sehingga mereka membatasi penggunaan air 50 liter per hari.

Hal lain yg terpenting adalah energi Minyak bumi. Energi ini diperebutkan oleh seluruh dunia, analisisnya, 70% perang dunia disebabkan oleh minyak bumi/ energi.

Para pakar analis telah memprediksi bahwa: tahun 2043 cadangan  Minyak bumi yang bersumber dari fosil akan habis, maka kelangkaan air, pangan dan energi akan terjadi di seluruh dunia.

Apa yang disampaikan oleh Syaykh, DR. AS, Panji Gumilang sangat benar adanya bahwa Indonesia harus menyiapkan ketersediaan pangan ke depan.

Oleh karenanya, sebagai bangsa yang besar, kita harus  menyiapkan itu. Tapi benarkah Indonesia bisa siap. Inilah tantangan kita semua.

Saat ini, teknologi Informasi sudah sedemikian majunya, semua aspek kehidupan sudah menggunakan basis IT dan digital, gaya hidup pun berubah. “Saya prediksi 15 tahun lagi kita akan bersalaman dengan robot di pelaminan/ pernikahan, tapi ternyata saya salah, karena justeru dalam waktu  3-4 tahun lag, itu akan terjadi” tutur Gatot.

Ketika Doland Trump di lantik, besoknya Ia langsung ke Kantor CIA, Donald Trump mengangkat Menteri nya yang berasal dari CEO Exxon Mobil.

Pada tahun 2043, prediksi jml penduduk 12,43 Milyar penduduk dunia. Saat itu 9,8 Milyar, akan kekurangan air, pangan dan energi. Maka saat itu penduduk ekuator sekitar 2,5 milyar, akan menghadapi musuh 9,8 milyar, apa yg terjadi ? Akan terjadi perang Ipoleksosbud Hankam.

Prediksinya, 25 tahun lagi, Perang memperebutkan air, pangan dan energi akan terjadi di berbagai belahan dunia, maka sebagai bangsa yang besar dan menjadi incaran seluruh dunia, perang untuk memprebutkan sumber daya energi ini dilakukan dengan  langkah – langkah strategis diantaranya, menguasai media, karena media berperan untuk membentuk opini.

Selanjutnya, memecah belah Parpol, menjadi kecil – kecil. supaya negara hanya memikirkan kekuasan dan tidak pernah memikirkan kesejahteraan masyarakatnya, yang sangat berbahaya adalah: Membeli Undang – Undang, dengan modus  sistim voting di DPR.

Ironis, sebagai negara yang besar Indonesia kini tidak memiliki garis-garis besar haluan negara dalam menjalankan roda pemerintahannya. Program yang terencana dan terukur pun tidak ada, Majelis Permusyawatan Rakyat tidak lagi menjadi Majelis tertinggi yang bisa meminta pertangguKemandirian presiden dalam melaksanakan amanah rakyat.

Apakah kita sadar? Wahai Pemuda – Pemuda Indonesia, apakah kita mau Indonesia mejadi medan pertempuran/perang seperti di Suriah, akibat politik adu domba, di Suriah sudah terjadi yang namanya perang saudara, sama – sama sholat tahajud dan Allahu Akbar. Namun saling bertikai dan saling membunuh.

Sadarkah saudara bahwa: sebagai bangsa yang heterogen kita akan terus diadu domba antar suku, agama dan ras, tragedi berdarah di Ambon dan Maluku merupakan bukti sejarah kelam upaya memporak porandakan persatuan Indonesia oleh pihak – pihak yang menginginkan Indonesia hancur seperti Suriah, Uni Soviet, Irak dan negara -, negara timur tengah yang kini tinggal namanya.

Namun, dengan dengan 5 dasar Negara yang telah dipaparkan oleh Syaykh secara sempurna, kita mampu menghadapi upaya ,- upaya jahat dari negara ,- nrgara luar, kita harus tetap waspada, karena saat ini mulai masuk pengaruh buruk dari dunia asing melalui media maupun buku -buku yan bertentangan dengan budaya dan nilai – nilai dasar negara Indonesia.

Hal yang sangat membahayakan adalah: Hari ini Indomesia  menganut bebas visa, sehingga semua orang asing bisa bebas masuk tanpa control dari negara, sebagai antisipasiya, kita harus membentengi generasi muda bangsa dengan nilai -nilai dasar negara kita, jadilah “Patriot” sejati, karena bangsa Indonesia adalah bangsa yang tidak takut kepada siapapun, bangsa Indonesia adalah bangsa pejuang.

Untuk menjadi Bangsa pemenang, Indonesia harus mengkader generasi muda yang memiliki kesiapan dan kesanggupan baik secara ilmu mahupun secara fisik untuk bersaing dengan masyarakat antar bangsa.

Dan ini sedang dilakukan oleh Syaykh, DR, AS, Panji Gumilang di Pesantren Al – Zaytun ini, “Saya yakin, dari sinilah, Indonesia akan maju, Indonesia akan menuju kehidupan modern dan Indonesia menjadi bangsa pemenang,” pungkas Gatot Nurmantyo optimis

(Visited 406 times, 4 visits today)
News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *