Kejagung Bidik Proyek Pengadaan Komputer Menelan Dana Rp 490 M Lebih

  • Whatsapp

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID– Pelaksanaan proyek pengadaan sarana pendidikan yakni komputer untuk kepentingan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Tahun Anggaran (TA) 2018 senilai Rp 492 Milyar di Kementerian Pendidikan pada saat ini menuai ‘sorotan’ pihak Kejaksaan Agung RI khususnya pihak Intelijen Kejagung RI Bagian Penindakan.

Pasalnya dalam pelaksanaan pengadaan proyek tersebut diduga produk atau barang berupa Komputer itu disangsikan terkait kualitas barang atau lebih tepat disebut barang berkualitas murahan, lantaran dalam pelaksanaanya PPK sebagai pihak penentu pemenang tender berdasarkan E Katalog lebih memilih pihak pelaksana atau perusahaan PT Bhenika Mentari Dimensisebagai pelaksana dengan alasan perusahaan tersebut melakukan penawaran terendah dari harga penawaran sementara (HPS).

Tetapi harga penawaran itu dinilai sangat tidak wajar seharga Rp 7 jutaan padahal nilai pagu anggaran sejumlah Rp13.000.000 untuk satu unit komputer.

Pihak Kejaksaan Agung RI melalui Direktur C JAM Intelijen, Bagian Penindakan Kejaksaan Agung RI, Happy Hadiastuty SH CN mengaku jika pihaknya baru-baru ini telah mendapat laporan dari masyarakat terkait proyek pengadaan komputer untuk disalurkan kepada 2.152 sekolah (SMA/SMK) atau ke sejumlah sekolah setingkatnya yang tersebar di wilayah Indonesia namun disangsikan kualitas dari produk tersebut.

“Karena gak masuk akal jika penawarannya hampir setengah dari nilai pagu anggaran yang ada, meskipun dari laporan masyarakat yang kami terima tersebut produk atau sejumlah komputer yang telah disalurkan ke sejumlah sekolah itu sesuai spek,” ungkap mantan Kepala Kejaksaan Tinggi provinsi Bangka Belitung ini saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (3/8/2018) siang.

Ditegaskan Happy jika pihaknya saat ini berencana akan menerjunkan tim guna menelusuri kebenaran laporan masyarakat tersebut terkait proyek yang menelan anggaran cukup ‘fantastis’ itu.

“Kita akan terjunkan tim nanti guna menelusuri soal proyek pengadaan komputer UNBK itu,” tegasnya.

Tak cuma itu, bahkan ditegaskan Happy lagi jika dalam waktu dekat ini pun pihaknya berencana akan memanggil para pihak terkait termasuk pihak Kementerian Pendidikan guna meminta klarifikasi soal proyek pengadaan komputer UNBK TA 2018 ini.

“Kita juga akan memanggil pihak-pihak terkait berikut pihak Kementerian Pendidikan guna ditanyakan soal proyek itu,” tambahnya.

Sementara itu PPK Pengadaan proyek tersebut Dr. Harizal Mpd sampai berita ini dinaikan , belum dapat dikonfirmasi padahal konfirmasi dari Amunisi News sejak tadi sore Jumat (3/8) dilayangkan.

 

Pos terkait