Kejaksaan Sita 2.9 Hektar Tanah, Bolehkan Warga Tempati TKD

  • Whatsapp
kejaksaan-sita-lahan-jatim
Sita 2,9 Hektar Tanah Penganti TKD Kedung Solo, Kejari Sidoarjo Tetap Bolehkan Warga Tempati Tempati TKD

SIDOARJO,AMUNISINEWS.COM – Lahan seluas 2,9 hektar yang berlokasi di Desa Kedungsolo Kecamatan Porong.disita oleh penyidik Kejaksaan Negeri Sidoarjo Senin (6/12). Penyitaan lahan itu bakal dijadikan sebagai lahan pengganti Tanah Khas Desa (TKD) seluas 2,8 hektar yang kini sudah ditempati warga relokasi dari Desa Renokenongo menuju Perumahan Renojoyo, Desa Kedungsolo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo.

“Lahan 2,9 hektar kami sita hingga nanti ada kekuatan hukum tetap (incrach) dari Pengadilan Tipikor,” kata Kajari Sidoarjo HM. Sunarto SH, saat dikonfirmasi wartawan.

Penyitaan itu dilakukan oleh tim penyidik Kejari Sidoarjo. Lahan seluas 2,9 hektar itu ditancapkan plang papan warna putih setinggi 4 meter.Papan tersebut bertuliskan, tanah seluas 2,9 hektar ini disita oleh penyidik Kejaksaan Negeri Sidoarjo Nomor Print : 3360/O.5.30/fd.1/11/2016 Tanggal 03 Desember 2016, dan penetapan izin sita Ketua Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Surabaya, Nomor : 79/XI/PEN.PID.SOS/2016/PN.Sby Tanggal 29 November 2016.

Sunarto Kepala Kejaksaan Negeri sidoarjo mengungkapkan, penyitaan lahan seluas 2,9 hektar itu akan dijadikan sebagai lahan penganti 2,8 hektar TKD Kedungsolo yang kini sudah di tempati Perum Renojoyo, relokasi warga korban lumpur lapindo Desa Renokenongo.

“Nanti warga Renojoyo yang sudah menempati lahan TKD itu tidak perlu pindah. Tetap bisa tinggal dan disertifikatkan. Sebagai pengantinya, lahan 2,9 hektar itu akan menjadi TKD, itu boleh,” jelas mantan Kajari Jombang tersebut.

Warga Renojoyo Desa Kedungsolo Kecamatan Porong sudah hampir 8 tahun lamanya. Namun, lahan yang kini sudah ditempati sekitar 154 Kepala Keluarga (KK) korban Lapindo itu tidak juga muncul sertifikat. Padahal, warga sudah melunasi semua pembayaran.Warga pun menagih ke Panitia Pembebasan Lahan Sunarto Dkk. Namun, ratusan warga itu hanya dijanji-janjikan. Warga pun berupaya mengadu ke Pemda dan BPN Sidoarjo, bahkan DPRD Sidoarjo. Namun, upaya warga itu tidak digubris, tanpa adanya solusi.
Warga pun mengadu ke Kejari Sidoarjo.

Korps Adhyaksa Jalan Sultan Agung Sidoarjo akhirnya turun tangan. Dalam fakta terungkap, lahan seluas 10 hektar atas nama Sunarto, ketua tim pembebasan lahan yang ditempati relokasi korban lumpur itu terdapat lahan TKD seluas 2,8 hektar.

BPN Sidoarjo tidak berani mengeluarkan sertifikat karena lahan tersebut masih TKD Kedungsolo. Kejaksaan pun menetapkan Sunarto, ketua Tim pembebasan lahan sebagai tersangka.
Namun, penyidik Kejari Tidak berhenti disitu saja. Pihaknya bakal mencari tersngka lainnya. Sebab, dalam akta jual beli dan ikatan jual beli yang dikeluarkan notaris Rosidah, terungkap jika lahan TKD itu belum pernah dilepas dan ditukar gulingkan dengan lahan lain.wan

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *