Kejari Sidoarjo Bakal Selidiki Lahan TKD untuk Akses Jalan Perumahan

  • Whatsapp

SIDOARJO,AMUNISINEWS.COM – Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo bakal selidiki lahan Tanah Kas Desa (TKD) Ganting, Kecamatan Gedangan, yang diduga digunakan akses jalan menuju perumahan Green Park Residence (GPR), Jalan Telaga di Desa Ganting, Kecamatan Gedangan.

Korps Adhyaksa Jalan Sultan Agung Sidoarjo telah menunjuk tim untuk pengupulan bahan keterangan (Pulbaket) dalam mengungkap dugaan termakanya Aset Desa dengan panjang sekitar150 m2 dan lebar 3 m2 itu.

“Sudah kami tunjuk timnya, ya nanti segera turun,” kata Kasi Intelijen Kejari Sidoarjo, Andri Tri Wibowo SH, saat di Konfirmasi wartawan.

Meski demikian, mantan Kasi Intel Kejari Batam itu enggan berkomentar banyak rencana penyelidikan itu. Namun, pihaknya memastikan bakal menyelidiki persoalan itu.

Terpisah, Kepala Desa Ganting Kecamatan Gedangan, Anwar Rokib membenarkan jika sebagian akses jalan tersebut merupakan Lahan TKD. “Iya benar itu memang TKD,” ujarnya kepada wartawan.

Namun menurut Rokib, lahan TKD itu tidak pernah dijual atau ditukargulingkan ke pihak lain.Sebagian lahan itu (TKD) memang digunakan untuk akses jalan, kan ini untuk kepentingan umum, kepentingan bersama,” terangnya.

Akses jalan menuju perumahan Green Park Residence, Jalan Telaga di Desa Ganting, Kecamatan Gedangan, disoal. Diduga akses jalan di bagian timur itu memakan lahan Tanah Kas Desa (TKD) setempat.

Sugeng, perwakilan Badan Perwakikan Desa (BPD) Ganting mengatakan persoalan itu memang tidak ada transparasi antara pihak desa setempat maupun pengembang.

“Tidak ada (transparan), walaupun saya salah satu BPD juga tidak pernah dikasih tau, bagaimana proses tersebut,” pungkasnya, Selasa (11/4).
Dia menceritakan, sebelum didirikan perumahan dilokasi tersebut hanya memiliki jalan selebar sekitar 2 m2, itu pun akses jalan warga setempat. Namun, sekitar tahun 2014 lalu barulah pengembang masuk mendirikan perumahan dilokasi tersebut. Sehingga akses di jalan tersebut dilebarkan.

“Pelebaran akses jalan itu memotong lahan persawahan yang diantaranya milik warga dan sebagian pemilik lahan memang ada yang menjual selebar 3 meter, namun ada sebagian pemilik lahan yang tidak menjual. Kalo yang sudah dibeli sudah di urug dijadikan jalan,” pungkasnya.

Sedangkan, lahan TKD dengan panjang sekitar 150 m2 dengan lebar 3 m2 itu sudah digunakan jalan perumahan itu. “Kami tidak tau apakah lahan TKD itu ditukar gulingkan atau di beli pihak pengembang. Kami hanya meminta transparan saja soal itu,” terangnya.(wan)

Pos terkait