Kejari Terus Menelusuri Tersangka Korupsi Rehabilitasi Kapal Patroli KSOP

  • Whatsapp

Ronny DM

kejari nunukan- perkara

NUNUKAN,AMUNISINEWS.COM-Pihak Kejaksaan Negeri(Kejari) Kabupaten Nunukan-Kalimantan Utara (Kaltara) erus menelusuri oknum-oknum yang terlibat dalam kasus rehabilitasi kapal patroli Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP),

Setelah menetapkan mantan kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan(KSOP) Nunukan berinisial NA sebagai tersangka hingga jaksa dibuat Geleng-geleng kepala melihat mekanisme korupsi yang direkayasa NA.

“Antara NA sama direktur PT.Marinav Surabaya itu sama sekali gak pernah ketemu,ketua panitia lelang gak pernah ketemu direktur Marinav, kok bisa menang lelang terus cair itu anggaran?,”ungkap Rusli Usman yang selaku Kasi Pidsus Kejari Nunukan kepada wartawan belum lama ini.

Menurut Kasi Pidsus Kejari Nunukan Rusli Usman bahwa,  Selain memeriksa NA pihaknya juga menghadirkan ketua panitia lelang yang kini bertugas di kota Belawan Medan Sumatera Utara,sementara ketua panitia lelang tersebut juga mengakui tak pernah sekalipun bertemu dengan direktur PT.Marinav atau pernah melihat surat kuasa yang dikuasakan kepada penerima kuasa.

Kata Rusli Usman,ini sangat janggal,tidak mungkin kegiatan lelang tidak ada surat kuasa,nihil dokumen lampiran kelengkapan namun anggaran kegiatan bisa cair.”Maka kita panggil semua seperti sekretaris lelang Fenran,lalu Alex yang Sub kontrak itu,semuanya gak saling kenal,tidak ada surat kuasa ke Alex,itu pertanyaannya,KTPnya gak ada dalam dokumen,jadi itu dokumen palsu semua,”tegasnya.

Dan kini dugaan proyek fiktif perlahan mulai terkuak,seharusnya ketua panitia lelang sangat memahami tupoksi serta tanggung jawabnya,nyatanya ketuanya panitia lelang sampai saat ini mengaku tidak tahu menahu,siapa yang mengajukan kontrak,begitu juga terkait NA,ia sama sekali tidak tahu siapa Direktur PT.Marinav, atau siapa Adi Afandy.

“Bagaimana tanda tangan kontrak kalau tidak saling ketemu?,”SPMK kan harus ketemu,untuk memerintahkan NA tanda tangan situ,apa ada setan disitu sehingga bisa lolos proyek model kaya gini?.”jelas Rusli.

Lebih aneh lagi kata Rusli Usman bahwa, tanda tangan kontrak rehabilitasi kapal yang pencairannya seharusnya di KSOP Kabupaten Nunukan tapi,justru tertera Bandung sebagai alamat lokasi perjanjian kontrak.”Masih proses kita,yang pasti kita telah tetapkan satu tersangka PKN,sudah pasti bakal ada tersangka lagi,”Jelasnya.

iketahui pula bahwa, perbaikan kapal patroli laut type KNP.360 tersebut memakan waktu tak wajar,yakni sejak tahun 2013 lalu hingga saat ini perbaikan kapal patroli laut type KNP.360 tak kunjung selesai,padahal telah menghabiskan Rp.620 juta terserap seluruhnya,Rusli menduga telah terjadi penyelewengan anggaran sementara fisik kapal Patroli type KNP.360 masih berada di Balikpapan,Kalimantan Timur(Kaltim).”

“Untuk itu,dalam kasus tersebut pihak Kejaksaan Negeri(Kejari)Kabupaten Nunukan,Kalimantan Utara telah memeriksa sedikitnya Lima saksi dari internal KSOP Nunukan,dan juga memanggil ketua panitia lelang Adi Afandi yang kini bertugas di daerah Sumatera utara untuk diambil keterangannya,”terang Rusli Usman.

editor hendra usmaya

Pos terkait