Kejati Babel Tangkap Buronan Korupsi Dana SPPD Fiktif

Oleh  Gery

PANGKALPINANG,AMUNISINEWS-Kejaksaan Tinggi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (KEJATI BABEL), telah berhasil menangkap buronan Kejaksaan Negeri Belitung Kristianto DW mantan Sekeretaris Dewan Kabupaten Belitung,  Jumat (11/10/2019).

Kristianto ditangkap di saat  berada di Gelumbang, Kabupaten Muara Enim,  Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Kristianto merupakan DPO Kejari Belitung dan diduga terjerat dalam perkara korupsi Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif tahun anggaran 2014 lalu.

Tersangka Kristianto akan diterbangkan dari bandara SMB II, Palembang, Rabu (12/10/2019) pukul  06.10 WIB mengunakan jasa pesawat Lion Air. Diperkirakan tiba di bandara Depati Amir, Pangkalpinang pada pukul 06.45 WIB.

” Kejati Babel berhasil menangkap DPO Kejari Belitung di Palembang. Penangkapan langsung dipimpin Pak Kajati. Rencananya besok sekitar pukul 06.10 WIB tersangka diterbangkan dari Bandara SMB II, dan sampai ke Pangkalpinang pukul 06.30 WIB,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Babel, Roy Arland.

Sementara itu Asintel Kejati Babel, Jonny William Pardede mengatakan, tersangka merupakan DPO kasus SPPD fiktif 2014.
” Tersangka kita amankan di Muara Enim. Tidak ada perlawanan.,” ujar Jonny…

101 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KORAN AMUNISI

dan AMUNISINEWS.CO.ID

Ide dasar penerbitan Surat Kabar Umum (SKU) Amunisi dan Amunisinews.co.id antara lain membantu pemerintah dalam upaya penegakkan hukum dan percepatan pemberantasan korupsi. Sesuai Peraturan Pemerintah Republik Indonesia (PP-RI) No, 68 tahun 1999, yang ditetapkan pada 14 Juli 1999 mengatur bagaimana peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan negara, termasuk membantu penegakan hukum dan percepatan pemberantasan korupsi. Amunisi adalah bagian dari masyarakat, yang diharapkan pula dapat berperan aktif. Karena itu, sebagai media cetak, yang akan turut serta dalam penegakkan hukum di Indonesia, Amunisi harus mempunyai visi dan misi yang jelas. Tentunya, diaflikasikan dalam bangun tubuh (halaman) dengan organ-organ (rubrikasi) yang tepat sasaran, yakni setiap yang disajikan adalah berisi informasi-informasi yang digali melalui kerja keras investigasi dengan pendalaman yang dapat dipertangungjawabkan.