Kejati Babel Tangkap Suranto Wibowo Tersangka Kasus Korupsi PJU Belitung

Oleh  Herman Saleh

PANGKALPINANG,AMUNISINEWS-Pemilik hotel Omah Andini Beltim sekaligus mantan Kadis ESDM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Suranto Wibowo tersangka kasus Penerangan Lampu Jalan (PJU) di Belitung dan Beltim ditangkap oleh jajaran Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung di Bogor, Senin (07/10).

Suranto ditangkap disebuah rumah makan kawasan Cisarua, Bogor, Jawa Barat.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kep.Babel Aditia Warman SH MH mengungkapkan, Penangkapan Suranto Wibowo tersebut dibantu oleh jajaran Intelijen Kejaksaan Agung R.I.

” Tim kita dari Kejati Babel di bantu dari Intelijen Kejaksaan Agung R I telah menangkap SW tersangka kasus PJU di sebuah rumah makan di kawasan Cisarua Bogor,” ungkap Kajati Kep.Babel Aditia Warman, Selasa (8/10/2019) di kantor Kejaksaan Tinggi Kep.Babel.

Aditia Warman terangkan, setelah dilakukan penangkapan tadi malam tersangka Suranto Wibowo langsung dibawa ke Jakarta dan diinapkan sementara di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, yang untuk selanjutnya diterbangkan ke Pangkalpinang untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.

“Semalam kita inapkan di Kejari Jaksel dan hari ini kita terbangkan ke Pangkalpinang untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut,” terangnya.

Dalam pemberitaan sebelumnya Kejati Kep. Babel juga telah menangkap dan menahan Chandra pelaksana lapangan (Selasa,24/9/2019) dan Hidayat Direktur PT. Nicko Pratama Mandiri (Rabu,25/9/2019), sehingga tersangka proyek Penerangan Jalan Umum (PJU) solar cell di Belitung dan Belitung Timur (Beltim), senilai Rp2,9 miliar telah berhasil ditangkap semua.

48 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KORAN AMUNISI

dan AMUNISINEWS.CO.ID

Ide dasar penerbitan Surat Kabar Umum (SKU) Amunisi dan Amunisinews.co.id antara lain membantu pemerintah dalam upaya penegakkan hukum dan percepatan pemberantasan korupsi. Sesuai Peraturan Pemerintah Republik Indonesia (PP-RI) No, 68 tahun 1999, yang ditetapkan pada 14 Juli 1999 mengatur bagaimana peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan negara, termasuk membantu penegakan hukum dan percepatan pemberantasan korupsi. Amunisi adalah bagian dari masyarakat, yang diharapkan pula dapat berperan aktif. Karena itu, sebagai media cetak, yang akan turut serta dalam penegakkan hukum di Indonesia, Amunisi harus mempunyai visi dan misi yang jelas. Tentunya, diaflikasikan dalam bangun tubuh (halaman) dengan organ-organ (rubrikasi) yang tepat sasaran, yakni setiap yang disajikan adalah berisi informasi-informasi yang digali melalui kerja keras investigasi dengan pendalaman yang dapat dipertangungjawabkan.