Kejati Babel Tetapkan Bujang Ambon Menjadi Tersangka Dalam Kasus Pengadaan Bibit Karet

  • Whatsapp

IMG-20170412-WA0005

PANGKALPINANG,AMUNISINEWS.COM–  Tersangka  pengadaan bibit karet yang sedang ditangani Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung sudah ditetapkan pada Selasa sore (11/4) yaitu atas nama Bujang Ambon warga Toboali Kabupaten Bangka Selatan.

Berdasar keterangan warga Toboali Andi (bukan nama sebenarnya) Bujang Ambon merupakan orang dekatnya H Jamro mantan Bupati Bangka Selatan.

Pengadaan bibit karet yang diduga merugikan negata itu dengan total anggarannya Rp 5milyar dan bersumber dari APBD kabupaten Bangka Selatah Tahun Anggaran 2012 dan 2013 disaat H Jamro masih menjabat Bupati Bangka Selatan.
Kasipenkum Kejaksaan Tinggi Bangka Kepulauan Bangka Belitung Roy Arland SH, kepada wartawan mengatakan tersangka Bujang Ambon dijerat dalam pengadaan bibit karet tahun 2012 dan 2013

“Sementara itu tersangka dalam pengadaan bibit ini adalah BA. Berikutnya dipastikan tersangka akan bertambah lagi,” katanya pada Selasa (11/4).
Penetapan tersangka sendiri dikatakanya sudah memiliki 2 alat bukti kuat kepada Bujang Ambon. Dalam waktu dekat mantan pejabat tertinggi yakni Jamro yang juga orang terdekat Bujang Ambon akan diperiksa penyidik.

“Kasus ini tidak terhenti pada BA semata tetapi juga ada pihak tertentu di belakang Bujang Ambon. Tapi sementara Bujang Ambon dulu ditetapkan sebagai tersangka, setelah ada pemeriksaan pada Jamro baru penyidikan akan dikembangkan lagi,” ungkap Roy lagi.

Roy katakan juga, penyidik sudah menemukan adanya indikasi kuat adanya aliran dana kepada pihak tertentu dalam kasus ini.

“Dana besar diduga kuat ada mengalir deras ke pihak tertentu. Ini semua sebagai indikasi kuat adanya penyalahgunaan wewenang serta memperkaya pihak tertentu. Ini sedang didalami semua,” ungkapnya lagi.

Pengadaan bibit tersebut dengan sistem leading sector Dinas Pertanian Bangka Selatan. Dalam praktek dugaan korupsi tersebut disebut-sebut telah terjadi penggelembungan harga (mark up) dan fiktif mencapai milyaran rupiah.

Untuk menentukan apakah ada unsur yang merugikan Negara, pihak Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung sendiri telah melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi selama 3 bulan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan diwartakan sebelumnya  dalam pelaksanaan penyemaian bibit karet itu dilakukan  didalam kebun milik pribadi, bukan disemai seperti yang tertera dalam dokumen pengadaan.

Selain itu hasil pembibitannya juga mengalir untuk kepentingan pribadi dan bukan untuk dibagikan kepada masyarakat petani Bangka Selatan, sedikit sekali bibit tersebut yang dibagikan kepada petani Bangka Selatan.(herman)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *