Kekerasan Terhadap Anak Ancaman Serius

  • Whatsapp

ancaman seriusAMUNISINEWS.COM, wonogiri– Anggota DPR RI komisi VIII menggelar acara sosialisasi UU Perlindungan Anak pada hari Minggu (15/5/16) di kabupaten Wonogiri,Jawa Tengah dan di lanjutkan dengan acara deklarasi masyarakat Wonogiri.

Pemberitaan tentang meningkatnya angka kekerasan terhadap anak saat ini semakin tinggi. Dimana-mana dikabarkah terjadi aneka ragam kekerasan terhadap anak mulai dari kekerasan fisik, psikis maupun sekekrasan seksual. Bahkan akhir akhir ini sering teerjadi kekerasan tersebut berujung pada hilangnya nyawa anak korban kekerasan. Situasi ini tentulah harus segera direspon dengan tepat oleh pemerintah khususnya dan seluruh stakeholher bangsa ini pada umumnya.

“Kekerasan terhadap anak tidak hanya merugikan korban saja, akan tetapi merupakan ancaman serius bagi perkembangan bangsa dimasa yang akan datang. Kekerasan terhadap anak akan menyisakan lusa yang dalam dan panjang serta sangat sulit untuk disembuhkan. Dalam skala yang luas, jika kekerasan terhadap anak dibiarkan terus menerus terjadi maka akan sangat merugikan kepentingan bangsa dan negara.
Kekerasan terhadap anak terjadi karena adanya penyebab yang bersifat jamak dan tidak berdiri sendiri,” kata . Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar Hj Endang Maria Astuti..

Para ahli etika mengatakan bahwa penyebah ini semua adalah hilangnya moral masyarakat, tentulah hal ini ada benarnya. Namun penyebah lain yang dapat disebutkan diantaranya adalah menguatnya pengaruh narkoba dan minuman beralkohol, acuhnya masyarakat dengan lingkungan sekitar, lemahnya penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan terhadap anak, rendahnya sistem peringatan dan pencegahan dini kekerasan terhadap anak dan berbagai penyebab lainya yang berkontribusi terhadap situasi ini.
\

Dalam konteks acuhnya masyarakat terhadap apa yang terjadi di lingkungan sekitar, tampak jelas bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga dan melindungi anak dari segala macam kekerasan masih sangat rendah. Harus dilakukan upaya penyadaran kepada masyarakat agar lebih menyadari tanggungjawabnya untuk memberikan perlindungan kepada anak-anak. Lebih dari itu kesadaran masyarakat juga harus ditingkatkan untuk memastikan hak-hak anak tertunaikan dengan baik.

Sebagaimana diamanatkan Pasal 72 UU Nomor 17 Tahun 2014 tentang MD3, Anggota DPR RI mempunyai tugas: a) menyusun, membahas, menetapkan, dan menyebarluaskan program legislasi nasional; b) menyusun, membahas, dan menyebarluaskan rancangan undang-undang; c) menerima rancangan undang-undang yang diajukan oleh DPD berkaitan dengan otonomi daerah, hubungan pusat dan daerah, pembentukan dan pemekaran serta penggabungan daerah, pengelolaan sumber daya alam dan sumber daya ekonomi lainnya, serta yang berkaitan dengan perimbangan keuangan pusat dan daerah; d) melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan undang-undang, APBN, dan kebijakan pemerintah; e) membahas dan menindaklanjuti hasil pemeriksaan atas pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara yang disampaikan oleh BPK; f) memberikan persetujuan terhadap pemindahtanganan aset negara yang menjadi kewenangannya berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan dan terhadap perjanjian yang berakibat luas dan mendasar bagi kehidupan rakyat yang terkait dengan beban keuangan negara; g) menyerap, menghimpun, menampung, dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat; dan h) melaksanakan tugas lain yang diatur dalam undang-undang. Dalam rangka melaksanakan tugas tersebut diatas, Anggota DPR RI berkewajiban mensosialisasikan produk hukum yang dihasilkan oleh DPR RI yaitu Undang-Undang sekaligus memberikan pencerahan kepada masyarakat.

Terkait dengan hal-hal diatas, maka Anggota DPR RI A-274 Hj Endang Maria Astuti anggota DPR RI fraksi golkar. menyelenggarakan Kegiatan Sosialisasi Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2003 Tentang Perlindungan Anak. Kegiatan ini ditujuan tidak hanya dalam rangka mensosialisasikan Undang-Undang saja, namun juga lebih ditekankan pada upaya penyadaran masyarakat terkait situasi yang terjadi terkait dengan maraknya kasus kejahatan terhadap anak. Melalui kegiatan ini masyarakat diajak untuk lebih waspada dan selalu memberikan perhatian dalam hal perlindungan anak.

Acara yang diselengarakan pada 15 Mei 2015 ini diikuti oleh oleh segenap komponen masyarakat mulai dari tokoh masyarakat, Ormas, PKK, LSM dan tokoh agama. Semua yang hadir dalam acara tersebut nyatakan keprihatinannya terhadap meningkatnya angka kekersan terhadap anak. Para pihak yang yang hadir mempertanyakan upaya yang sudah dan akan dilakukan oleh negara dalam menjamin perlindungan dan pemenuhan hak anak.

Rekomendasi dari acara ini salah satunya adalah pada hari anak anak nasional yang diperingati setiap tanggal 23 Juli, masyarakat Wonogiri akan menyelenggarakan serangkaian acara festival anak sekaligus menggelar acara deklarasi “Masyarakat Wonogiri Ramah Anak”. Acara ini rencananya akan diselenggarakan pada puncak peringatan hari anak anak nasional pada 23 Juli 2016. Kesadaran para pihak yang hadir dalam kegiatan sosialisasi UU 23/2003 tentang Perlindungan anak menjadi tergugah, sehingga muncul komitmen yang kuat dalam memastikan perlindungan terhadap anak. Bagi masyarakat Kabupaten Wonogiri hal ini sangat penting dan strategis karena beberapa tahun terahir angka kekerasan terhadap anak di kabupaten Wonogiri sangat tinggi. Bahkan ada salah satu masalah kekerasan seksual yang dilakukanoleh seorang oknum guru terhadap murid – muridnya sedang di meja hijaukan. Para pihak yang hadir dalam seminar ini berharap dan berkomitmen deklarasi “Masyarakat Wonogiri Ramah Anak” ini akan menjadi titik balik dari situasi yang terjadi.

(Budi setiawan)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *