Keluarga Tersangka Penggelapan BB Timah Balok Kembalikan Kerugian Negara Rp 400 Juta l

  • Whatsapp
Oleh Herman Saleh
PANGKALPINANG,AMUNISINEWS.CO.ID– Keluarga Tersangka Kasus dugaan korupsi penggelapan Barang Bukti 1,6 ton balok timah di Rupbasan Pangkalpinang mengembalikan kerugian negara sebesar 400 juta rupiah.

Hal tersebut dikatakan Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkalpinang Hendi Ariffin, uang kerugian negara yang diduga hasil dari penjualan barang bukti tersebut telah dikembalikan keluarga tersangka JS ke Kejari Pangkalpinang pada Senin lalu (19/11) dan diterima langsung oleh Kasi Pidsus, Samhori.

” Uangnya kita simpan di Kejari, nanti apabila putusan sudah inkrah barulah disetorkan ke Kas Negara, ” ungkap Hendi kepada wartawan, Kamis(22/11/2017) sore.

Kemudian dirinya mengatakan untuk perkara Tipikornya sendiri sudah masuk tahap II dan akan segera disidangkan.

” Tersangka dan barang bukti sudah dilimpahkan ke JPU dan rencanannya senin nanti akan segera dilimpahkan ke Pengadilan,” ujarnya.

Saat disinggung apakah ada penambahan tersangka terkait kasus tipikor ini, ia mengatakan lihat saja nanti saat fakta persidangan.

” Belum ada tersangka baru, cuma Mantan Kepala Rupbasan saudara JS saja, namun kita lihat nanti saat di persidangan, ” pungkasnya.

Pada sebelumnya diberitakan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkalpinang melakukan penahanan terhadap mantan Kepala Rumah Penyimpanan Barang Sitaan Negara(Rupbasan) Kota Pangkalpinang dengan inisal JS,Kamis(09/11/2017).

Js ditahan oleh penyidik Pidsus Kejari Pangkalpinang usai diperiksa sebagai tersangka dalam perkara dugaan penukaran dan penjualan barang bukti balok timah sebanyak 1,6 ton.

” Hari ini jam 13.00 secara resmi Penyidik Tipikor Kejari Pangkalpinang telah melakukan penahanan terhadap tersangka JS yang diduga telah melakukan penggelapan barang bukti timah yang telah dititpkan di rupbasan oleh Kejari Pangkalpinang pada Sepetember lalu. Dan tersangka dititipkan di lapas tuatunu untuk ditahan dalam jangka waktu 20 hari, ” ungkap Plt Kajari Pangkalpinang, Meiza Khoirawan melalui Kasi Intelijen, Hendi Arifin usai penahanan dilaksanakan.

Dikatakannya, dalam melakukan aksinya modus tersangka adalah dengan cara menukar barang bukti balok timah cetakan rumahan dengan timah yang sudah tidak ada SN nya lagi.

” Untuk BB yang asli sendiri diduga sudah dijual oleh tersangka. Sampai saat ini tersangka baru satu orang yang kita tetapkan, nanti ada penambahan tersangka atau tidak kita lihat saja dari hasil pemeriksaan lebihh lanjut,” jelasnya
Diakui Kasi Intelijen saat ini penyidik sudah mengantongi nama siapa yang menjadi penadah dari penjualan BB tersebut.

” Pembeli sendiri sementara ini masih kita kejar dan lacak, namun identitasnya sudah kita kantongi akan tetapi saat ini belum bisa saya beberkan, ” tegasnya.
Selanjutnya hendi juga mengatakan dari perhitungan penyidik tipikor Kejari Pangkalpinang kerugian negara yang ditimbulkan akibat perbuatan JS ini di tafsir sekitar 400 juta rupiah.

” Dari keterangan ahli kerugian negara sampai dengan 400 juta rupiah. Atas perbuatannya tersangka akan dijerat dengan pasal 2 dan 3 Undang Undanh Tipikor dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara, ” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *