Keluhkan Radiasi, Puluhan Warga Tanggulangin Harap Tower BTS Dipindahkan.

  • Whatsapp

oleh Tama

SIDOARJO, AMUNISINEWS.CO.ID -Bahaya Base Transceiver Station (BTS), dampaknya telah ditakutkan dan dikeluhkan warga Desa Gang-gang panjang,khususnya RT02 RW01 Tanggulangin.

Karena adanya infrastruktur telekomunikasi yang memfasilitasi komunikasi nirkabel,antara piranti komunikasi dan jaringan operator.Yang kebetulan berdiri dilahan milik warga RT 03,desa yang sama sudah puluhan tahun telah membuat warga sekitar tidak nyaman dan khawatir.

Untuk kesekian kalinya puluhan warga menyampaikan keluhan dan keinginannya ke ketua RT 02RW 01 Muslik .Dan juga sempat mengadu kepada kepala Desa setempat.

Ketua RT 02 RW 01 Muslik Minggu (26/4/2020) kepada Amunisi. mengatakan,sebagai bapaknya warga dirinya ,mendapatkan keluhan dari warga.Bagaimana pak RT,bapak saya mengeluh adanya tower (BTS) tidak pernah di sampaikan sejak dulu.

“Memang benar waktu berdirinya tower sejak dulu tidak pernah di ajak komunikasi,difikir ini beda wilayah RT.Dengan berdirinya yang sudah 10 tahun lebih, akhirnya berdampak.Sekitar 10 tahun kita merasa tidak pernah diajak musyawarah atau ngobrol,” jelas Muslik.

Muslik menambahkan,sekarang ada perpanjangan, intinya semua warga tidak setuju dan merasa keberatan dengan adanya tower.Sehingga saya di desak dan ,saya laporan ke pak lurah pada Babinsa sudah di tanggapi namun belum ada jawaban.

Dan belum dipertemukan dengan pemilik tower dengan alasan sulit di temui.Sehingga akhirnya warga protes pada saya, saya juga tidak tau harus menghubungi siapa,ungkap ketua RT 02.

Harapan saya perusahaan pemilik tower supaya tahu bila warga sini juga merasakan dampaknya.Pemerintah maupun Muspika juga diharap supaya tahu keluhan kami.Agar kami tidak diremehkan.Dan dampaknya secara langsung maupun tidak kita merasakan,pihak pemilik tower sepertinya meremehkan.”ujar Muslik.

Sementara salah satu warga RT 02 RW 01,Maimunah mewakili puluhan warga mengeluh,Semenjak ada keberadaan tower bila musim hujan saya takut sekali bila ada petir,kilatnya menyambar -nyambar di rumah.”ujarnya

Maimunah mengatakan keras dengan adanya tower (BTS),sekarang itu dampaknya kepala saya sering pusing,terkadang badan gemetar, juga TV saya sering rusak dan perna kesambar petir satu kali.Selama ini dengan adanya tower belum sama sekali di ajak ngobrol atau musyawarah,hanya RT 03 saja.” tutur Maimunah.

Karena banyak sekali dampak dan kerugian yang dialami,Maimunah menambahkan,”Harapan saya ini tower harus di pindah ,bila perlu di tengah sawah yang tidak ada penghuninya.Supaya tidak berdampak ke pada warga sekitar, terutama anak-anak khususnya.Kasian kan bila sakit tidak sedikit biaya yang di keluarkan dirumah sakit.Lebih baik tidak mendapat uang kompensasi dari pada saya sakit dan mengeluarkan uang yang jauh lebih banyak.”ujar ibu Maimunah 51th, salah satu warga gang gang panjang RT 02 RW 01.

Sementara itu Kepala Desa Balai panjang Adenan saat dikonfirmasi melalu telefon WhatsApp mengatakan,memang benar ada warga yang sudah datang untuk mengadu tentang tower ( BTS). Namun Adenan menginginkan jangan di beritakan dulu, dan berkata .Jangan ditulis mas dengan nada tinggi,sampeyan kok tidak konfirmasi saya dulu,” ucapnya pada salah satu wartawan.

Yang sangat disayangkan padahal bentuk telefon merupakan konfirmasi, terkait apa benar beberapa warga RT 02 pernah mengadukan perihal keberadaan tower.Berdiri sudah 10 tahun lebih,yang mengakibatkan warga mengeluh ketakutan akan dampaknya.Bahkan menyampaikan tunggu Senin atau Selasa saya kasih jawaban.tam

Pos terkait