Kepsek SDI Pa’jukukang Bantaeng Diduga Kembali Rakusi Dana BOS

  • Whatsapp

Oleh, Supriadi Awing

BANTAENG,  AMUNISINEWS.CO.ID. – Lagi, Kepala sekolah (Kepsek) SDI Pa’jukukang, Syahruddin S.Pd diperbincangkan menjadi sorotan publik, lantaran peruntukan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dikelolanya, diduga dinilai tidak tepat sasaran alias telah disalahgunakan.

Ia disorot kembali diduga merakusi Dana BOS, membuat para rekan guru bawahannya, keluh resah.   Para rekan guru bawahannya menilai Kepsek Syahruddin, terlalu rakus menyerakahi dana BOS dan dana Bantuan Siswa Miskin (BSM), sehingga selain dana peruntukan kegiatan guru diduga dikebirinya, juga dana BSM turut pula dipotongnya.

Diketahui, bahwa Kepala SDI Pa’jukukan, Syahruddin sebelumnya adalah guru di SDN 1 Lembang Cina selaku bendahara Dana Bos, saat itu ia pernah tersandung  kasus dugaan korupsi Dana Bos dan Pemalsuan tanda tangan, sehingga bergulir pemeriksaan di Tipikor Polres Bantaeng.

Sekalipun Syahruddin pernah berkasus korupsi saat jadi Bendahara ketika masih di SDN 1 Lembang Cina, namun tidak membuat dia jera atau was was atau berhati hati, tetapi kini kembali berulah tidak sedap di mata publik, karena mungkin arogan  bangga tidak terbukti saat diproses di Tipikor polres Bantaeng saat itu.

Salahsatu guru bawahannya sebutkan, sejak kepemimpnan Syahruddin di Sekolah ini, dana BOS diduga tidak tepat sasaran, juga Bantuan Siswa Miskin (BSM) ikut serta diduga  dirakusi dipotongnya.

Ia juga beberkan, setiap pencairan dana Bos, Kepsek Syahruddin hanya menampakkan hitungan utang pembelanjaan, yang diduga di Laporan Pertangung Jawaban (LPJ) kebanyakan rekayasa alias fiktif, tidak ada bukti pisik, bebernya. Seperti pembelanjaan di toko sebesar, 3 – 4 juta rp, sama sekali tidak ada bukti pisik, termasuk penganggaran ATK tidak dinikmati karena membelanjakan alakadarnya saja. Katanya.

Lanjut dikatakannya, bahwa rekan guru rata rata menerima setiap pencairan dana Bos berpariasi 750 ribu hinga 900 ribu, namun beberapa triwulan ini, kita terima hanya 450 ribu hingga 650 ribu. Katanya.

Menurutnya, besaran Dana Bos yang dikelola oleh Kepsek, Syahruddin berkisar, rp.150 juta lebih pertahun, karena setiap pencairan dana Bos per-triwulan 39 hingga 40 juta rp. Ungkap guru.

Kalaupun diadakan rapat, namun dalam rapat tidak pernah ada pembahasan rincian RKA dan rincian yang harus dibelanjakan di sekolah ini dan juga Ketua Komitepun tidak pernah dihadirkannya. Jelasnya.

Kepsek SDI Pa’jukukang Syahruddin kepada  Media ini yang disaksikan beberapa guru di ruang kerjanya pekan lalu katakan, bahwa dia merasa jengkel dan kecewa kepada wartawan lantaran mengaku sering kali dipublikasikan selagi berkasus dugaan korupsi sewaktu Bendahara di SDN 1 Lembang Cina.

Sejalan dengan itu, kemudian saat rekan wartawan kembali menyambangi ruang kerja Kepsek SDI Pa’jukukang, sabtu 21/12/2019, Syahruddin memanggil semua Dewan guru untuk menyaksikan konfirmasi rekan wartawan.

Dan ironis, karena Syahruddin selaku Kepsek, tidak tau jumlah murid penerima Bantuan Siswa nya. Kepsek, Syahruddin dinilai sangat keliru dalam menanggapi pertanyaan rekan wartawan terkait penggunaan dana BOS dan dana BSM, lalu spontan menjawab, bahwa yang berhak mempertanyakan tentang besar jumlah dana dan penggunaannya di sekolah, adalah KPK.

Perlu semua pejabat negara mengetahui, bahwa sesungguhnya lembaga PERS itu tercipta diakui oleh pemerintah sebagai mitrakerjanya, yang tak lain untuk membantu pemerintah dalam pengawasan keuangan negara.

Mengacu kepada ikatan kemitraan antara lembaga pemerintahan dengan lembaga Pers, maka sangatlah tidak salah rekan wartawan termasuk rekan Media ini jika mengungkit dan mempertanyakan peruntukan tentang tujuan penggunaan semua dana yang dikelola oleh pejabat suapa saja, sebab itu adalah uang negara, bukan uang nenek moyang nya.

Syahruddin lebih keliru, saat arogan bingung memperkenalkan dirinya juga sebagai Wartawan di kubu PGRI, dan juga tidak mau ketinggalan lebih sibuk merekam pertanyaan wartawan, dan berkata arogannya,  Silahkan saja menghadap ke Bapak Bupati.

Seakan dia lupadiri takkala berucap dengan sombongnya, bahwa yang berhak  berwenang menindaklanjuti adalah BKD. Kearoganan hatinya itu, seakan meremehkan pucuk pimpinan daerah yakni Bupati Bantaeng. Berkaitan dengan itu, diminta Kejaksaan dan Polres Bantaeng, untuk turun menindaklanjuti  penggunaan Dana yang dikelola sejak kepemimpinannya, Syahruddin diduga salahgunakan dana BOS, sehingga jadi sorotan publik.

Pos terkait