Ketua GMKI Sesalkan Tindakan Represif Pihak DPRD Malra

  • Whatsapp

 

Oleh Jecko Poetnaroeboen

LANGGUR, AMUNISINEWS.CO.ID – Aksi demonstrasi Aliansi Mahasiswa Masyarakat Evav ( AMME ) yang dilakukan pada  Kamis  25 Juni 2020 di depan gedung DPRD Malra berakhir ricuh dan peserta aksi dikejar dan dipukul oleh PNS dan pegawai honor yang bekerja di Sekretariat DPRD Kabupaten Maluku Tenggara ( Malra ).

Hal ini dikatakan oleh Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia ( GMKI ) Tual – Malra, Barken Rahayaan kepada media Amunisinews, Kamis (25/6/2020).

Ketua GMKI Tual – Malra, Barken Rahayaan kepada media Amunisinews menyebutkan, pihaknya menyatakan bahwa sangat menyesali tindakan represif tersebut karena Pihak DPRD telah mencederai prinsip dan nilai dalam berdemokrsi, dimana Menyampaikan pendapat di muka umum merupakan salah satu bentuk hak asasi manusia yang dijamin dalam Pasal 28 Undang Undang Dasar 1945 yang berbunyi : Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran dengan lisan dan tulisan itu dijamin oleh hukum.

Lebih lanjut Rahayaan, belum lagi aspirasi yang di bawakan oleh AMME ( Aliansi Mahasiswa Masyarakat Evav ) merupakan bentuk aspirasi yang memperjuangan kepentingan masyarakat, dimana dalam tuntutannya antara lain.

Mendesak pemda Malra untuk secepatnya menyalurkan bantuan kepada para mahasiswa asal maluku tenggra yang terkena dampak Covid 19 di kota-kota perguruan tinggi.

Meminta transparansi pemda malra terkait pengelolaan anggaran covid 19, Dan beberapa tuntutan lain yang berorientasi pada kepentingan publik.

Harapan Rahayaan, pihaknya juga meminta agar Kepolisian segera mengusut secara tuntas tindakan represif tersebut dan di proses secara hukum yang berlaku.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *