Ketua Kelompok Koperasi Plasma Bina Tani Tempilang Menjual Kebun Plasma Anggotanya ke Penambang

  • Whatsapp

kebun-sawit

AMUNISINEWS.COM,MUNTOK BABAR–Ketua kelompok Koperasi Bina Tani  koperasi sawit plasma PT SawindoTempilang diduga sengaja menjual kebun anggota koperasi plasma seluas 21 hektar yang berlokasi di Dsn Merabok Desa Tempilang kepada salah seorang penambang yang bernama Abun seharga Rp.3, 85 Milyar. Kejadian tersebut diketahui sudah beberapa bulan yang lalu.

Hal itu terungkap setelah salah seorang dari anggota plasma itu menceritakan kepada amunisinews.com kemarin Senin (26/9) di Tempilang.

Prihal kasus penjualan kebun sawit plasma mereka kepada pihak penambang seharga Rp.3,85 Milyar dan hasil penjualan itu dibelikan lagi kebun sawit warga desa Pangkalan Beras Kelapa untuk pengganti dengan harga Rp.2,6 Milyar serta sisanya Rp 1,2 Milyar dipertanyakan oleh anggota plasma

” Kami mempertanyakan kepada Ketua Kelompok Surya alias Bujod mengenai kebun plasma kami yang dijual ke Abun (penambang timah) seharga Rp 3,85 milyar dan pengurus membeli lagi kebun pengganti di dsn Baginda Pangkalan beras dengan harga Rp 2,6 milyar. Yang kami pertanyakan adalah sisa uang penjualannya mana dan kebun yang dibeli itu bibitnya diragukan, jadi hasilnya juga diragukan,”  tutur anggota plasma tadi yang minta namanya jangan ditulis.

“Selisihnya ada Rpp 1,2 milyar itu kemana?” ulangi nya lagi. “Ada 21 hektar kebun kami yang dijual ke Abun penambang untuk ditambang timah. Lokasinya di dan Merabok Desa Tempilang kecamatan Tempilang Bangka Barat,” jelasnya

Ketua Koperasi Plasma Bina Tani Asmadi, saat dikonfirmasikan mengatakan tidak mentgetahui soal selisih uang. “Saya tidak mengetahui mengenai selisih uang penjualan tersebut, saya hanya ditugaskan untuk mengurus  sertifikatnya saja ke Jakarta, mengenai selisih uang itu coba konfirmasi ke Surya,” kata Asmadi melalui telepon.

Sementara itu Surya sendiri sebagai Ketua Kelompok Plasma yang telah menjual kebun anggotanya saat ini belum bisa dihubungi, nomor kontak yang diberikan sumber, saat dikonfirmasikan pada Selasa (27/9) tidak diangkat walau berkali kali dihubungi melalui telepon selular.

Menindaklanjuti hal itu Kapolres Bangka Barat AKBP Hendro Kusmayadi SIK MH saat diminta sarannya, menyarankan kepada anggota plasma koperasi Bina Tani yang merasa dirugikan untuk melapor kepada Polsek Tempilang untuk ditindak lanjutkan,

“Saya sarankan kepada anggota plasma yang merasa dirugikan oleh Ketua Kelompoknya untuk membuat laporan polisi di Polsek Tempilang secepat mungkin untuk ditindak lanjutkan,” tulis Kapolres. (man)

 

Pos terkait