Ketua Kopkar Poskota dan Direktur Utama PT. Media Antarkota Jaya Dilaporkan ke Polisi

  • Whatsapp

Budi Suranto Bangun dan Tony  Budiyanto memberikan keterangan kepada wartawan usai mendampingi kliennya melapor ke Polda Metro Jaya, Jumat (20/12/220)

oleh Tim

JAKARTA,  AMUNISINEWS.CO.ID-Anggota Koperasi Karyawan Poskota Dwi Yantoro, SH, Jumat (20/11/2020) melapor ke Polda Metro Jaya tentang dugaan tindak pidana melanggar Pasal 374 KUHP subsider Pasal 372 KUHP.

Pihak yang dilaporkan adalah Ketua Koperasi Karyawan Poskota dan Direktur Utama PT. Media Antarkota Jaya yang juga merupakan anak Menteri Penerangan RI di zaman Orde Baru.

Kuasa Hukum pelapor, Budi Suranto Bangun, SH.MH dari Tim Hukum Amunisi, mengatakan laporan tercatat  No. TBL/6.919/XI/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ. ” Dugaan tindak pidana tersebut sehubungan sampai saat ini kliennya sebagai anggota Koperasi Karyawan Poskota tidak mengetahui kemana modal awal Koperasi Karyawan Poskota berdasarkan Neraca per tiga puluh satu Desember tahun duaribu duabelas (31-12-2012) sebesar Rp. 8.539.317.930,” kata Budi Suranto, bersama rekannya Tony Budiyanto,SH, usai melapor.

Dijelaskan pula bahwa kliennya sebagai anggota Koperasi Karyawan Poskota tidak pernah diundang ataupun diaajak Rapat Anggota Tahunan (RAT) terkait dengan penjualan dan pengalihan saham milik Anggota Koperasi Jasa Karyawan Pos Kota (KOPKAR P.K) sejumlah 1.200 (seribu dua ratus) lembar saham senilai Rp. 600.000.000. (enam ratus juta rupiah) kepada Direktur Utama PT. Media Antarkota Jaya.

Terkait laporan polisi, kata Budi Suranto, salah satu alat bukti akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham (di luar rapat) Perubahaan Anggaran Dasar PT. Media Antarkota Jaya No. 02, tanggal 03 April 2017 dibuat Notaris Tri Resmiati di Tangerang;

Kepada awak media Budi Suranto Bangun, SH,MH yang merupakan advokat yang sering menangani tentang kasus-kasus Koperasi berharap pelaporan ini akan membuka dugaan pelanggaran karena pelepasan/penjualan saham milik anggota Koperasi Karyawan Poskota tersebut diduga penuh dengan pelanggaran.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *