Ketua LSM Lontara Laporkan Pihak Dikbud Bantaeng ke Kejati
Oleh Hamzah Sila
BANTAENG, AMUNISINEWS
CO.ID – Lagi lagi dana bantuan pembangunan rehab dan pembangunan ruang kelas baru (RKB) di sekolahan, yang kini kerap kali jadi sorotan tajam dari berbagai elemen masyarakat, lantaran pihak pengguna anggaran diduga korupsi.
Hal seperti itulah mungkin yang tetjadi di  Dikbud Kab. Bataeng Sulsel, sehingga mendapat sorotan tajam, dari LSM dan wartawan, karena dinilai tidak becus mengelola dana proyek, sehingga mengakibatkan kerugian negara hingga mencapai puluhan miliar.
Terutama Ketua LSM Lontara, Dirfan kepada media ini pekan lalu mengungkapkan, bahwa berdasarkan hasil pemantauan dan investigasi yang dilakukannya selama ini, ternyata pihak Dikbud Bantaeng, tergambarkan adanya jurus penekanan alias gratifikasi, sehigga berbuah tak maksimal.
“Berdasarkan informasi dan fakta yang saya temukan di lapangan, kuat indikasi adanya tindak pidana penyewengan yang berbau korupsi dan gratifikasi penyalahguaan jabatan,” ungkap Dirfan.
Menurutnya, hal itulah yang menjadi acuan besar bagi lembaganya, sehingga menjadi momen tepat mengajukannya laporan korupsi ke Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat.
“Hasil temuan itulah yang menjadi bahan picuan kuat untuk saya meneruskan laporan korupsi Miliaran rupiah ke Kejati Sulselbar,”kata Dirfan.
Dia lanjut berjanji, akan mengungkapkan lebih mendetail lagi pada edisi selanjutnya, agar lebih bisa dipahami berbagai kalangan publik, atas adanya ketidak normalisasian penggunaan dana Bansos dimaksud, di Bantaeng.
News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *