Kios Milik Anggota Dewan Ini Diduga Dibangun di Atas Tanah Pemda Bangka

  • Whatsapp

Oleh Herman Saleh

SUNGAILIAT,BABEL, AMUNISINEWS.CO.ID-Ada 6 unit Kios yang dibangun di sisi jalan dibelakang Pasar Modern Sungailiat kabupaten Bangka milik Anggota Dewan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung diduga lahannya merupakan lahan milik Pemda kabupaten Bangka.

Kios tersebut sudah bertahun-tahun disewakan kepada pedagang dengan harga sewa Rp.900.000,- /sebulan untuk Satu Kios.

Salah seorang warga masyarakat kabupaten Bangka inisial AL yang sempat dikonfirmasi menjelaskan prihal pembangunan Kios milik Anggota Dewan tersebut disaat bersamaan dengan pembangunan Pasar Modern pada Tahun 2016.” Di sebelah itu yang di bentengi adalah tanah milik Aciu yang dijadikan RPH dan yang bangunan Walet ini seingat saya milik Rustam,” kata warga.

“Bangunan Walet ini milik Rustam dan disebelahnya tanah yang dibentengi itu adalah milik Aciu yang dijadikan tempat rumah pemotongan hewan (RPH),” jelasnya, Rabu (26/9).

AL juga jelaskan bahwa Aciu membangun Kios-Kios itu pada Tahun 2016 bersamaan dengan pembangunan pasar Modern dan seingat saya diduga lahan itu milik Pemda kabupaten Bangka,

“Kios itu dibangun pada Tahun 2016 dan lahan itu diduga milik Pemda,” jelas AL lagi.

Sementara itu Kepala Bidang Aset kabupaten Bangka Erwin Ismatudin Gutawa SE mengatakan dalam waktu dekat ini akan turun kelokasi untuk melihat dan mengukur lahan Kios itu apakah masuk kedalam lahan Pasar Modern Sungailiat atau tidak,

“Saya akan kelokasi untuk mengukur lahan kios itu apakah masuk lahan Pasar Modern Sungailiat atau tidak dan apakah itu sudah diaudit oleh BPK atau belum dimasukkan oleh BPK, karena itu masuk bangunan permanen,” katanya, Rabu (26/9/2018).

Erwin tegaskan juga kalau lahan itu masuk lahan Pemda kabupaten Bangka akan ada sanksinya dan akan saya laporkan kepada Bupati kabupaten Bangka beberapa hari nanti setelah pelantikan Bupati Bangka,

“Hal itu akan saya laporkan kepada Bupati beberapa setelah beliau dilantik, apa arahan Bupati terkait hal tersebut dan kalau memang itu masuk lahan Pemda ¬†pasti ada sanksinya, sanksinya itu apakah dirobohkan atau diserahkan ke Pemda,” katanya lagi.

Namun sangat disayangkan, Anggota Dewan yang diduga memiliki kios tersebut tidak mau memberikan keterangan apapun, berkali-kali pesan yang dikirimkan melalui WhatsApp ke nomornya sejak tadi sore, Rabu (26/9), walau sempat dibaca tetapi tidak dibalasnya.

 

 

Pos terkait