Komunitas “Evav Peduli Perempuan” Gelar Aksi Solidaritas di Depan DPRD Malra

  • Whatsapp

 

Oleh  Jecko Poetnaroeboen

LANGGUR, AMUNISINEWS.CO.ID – Sejumlah aktifis yang tergabung dalam komunitas “Evav Peduli Perempuan” menggelar aksi solidaritas di depan DPRD Kabupaten Maluku Tenggara.

Hal ini dikatakan oleh, Damianus Gerenz Ohoiwutun kepada media Amunisinews, Kamis (30/8). ditemui pada saat aksi solidaritas di depan DPRD Malra.

Damianus Gerenz Ohoiwutun, menyampaikan, bahwa gerakan pada siang hari ini bukan semata – mata untuk kepentingan tertentu, tetapi melainkan gerakan hari ini adalah Miris sebagai salah satu bentuk kepedulian kita serta bukti kecintaan kita terhadap daerah ini, karena daerah ini yakni daerah yang terdiri dari Tatanan Adat.

“Untuk itu, Ohoiwutun juga menggajak seluruh massa peserta Aksi untuk rapatkan barisan dan kita tetap solit, karena kehadiran kami disini sebagai salah satu wujud kepedulian kita, dan karena kita adalah menyambung tanggan, lembaga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD),” tegas ohoiwutun

Ohoiwutun, menambahkan bahwa kehadiran kita di tempat ini guna untuk penyelidikan, apakah ada yang menjadi tokoh persoalan – persoalan yang terjadi selama ini yang melanda negeri kami.

“Selain itu, pergerakan komunitas Evav Peduli Perempuan hadir pada kesempatan ini bukan bermaksud untuk menghambat seluruh aktivitas masyarakat maluku tenggara khususnya, tetapi melainkan sebagai penyambung lidah rakyat,” katanya.

Harapan, Ohoiwutun, bahwa dengan tanpa menguranggi rasa hormat agar seluruh Pimpinan DPRD kabupaten Maluku Tenggara untuk turun kejalan bersama – sama dengan kami sehingga dapat mendengar apa yang menjadi jeritan tanggis rakyat.

 

Pernyataan Sikap

Menyikapi persoalan yang terjadi beberapa waktu lalu di atas tanah adat Larvur Ngabal, di mana telah terjadi tindakan penganiyaan terhadap seorang perempuan evav yang masih menduduki bangku kelas tiga (3), SMA Negeri 1 Tual. Tindakan tersebut sungguh sangat menginjak harga diri kaum perempuan Evav dan melanggar hukum adat Nev Nev, Hawear Balwirin dan Hanilit yang merupakan penjabaran dari tujuh (7) Hukum Adat Larvur Ngabal.

Tindakan pelecehan terhadap perempuan Evav bukan lagi hal yang baru, namun semua terkesan diam dan tidak ada efek jerah bagi pelaku pelecehan sehingga dari tahun ke tahun perempuan evav selalu menjadi korban, kekerasan dan pelampiasan hawa nafsu. Sehinga hal ini harus menjadi perhatian serius dari pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara dan para Pemangku adat di tanat evav untuk dapat mengatasi persoalan tersebut.

Jika Hukum Adat Larvul Ngabal di tetapkan sebagai Peraturan Daerah (Perda) untuk menjadi acuan hidup masyarakat Kabupaten Maluku Tenggara, maka kehidupan Masyarakat akan terlindungi dan di jamin keamanan dan kenyamanan. Dengan demikian maka kami yang tergabung dalam Komunitas Evav Peduli Perempuan hadir dengan beberapa poin tuntutan sebagai berikut :

Pertama, Meminta kepada pihak DPRD Kabupaten Maluku Tenggara agar segera membahas dan menetapkan Hukum Nev – Nev, Hukum Hawear Balwirin dan Hukum Hanalit untuk di tetapkan sebagai Peraturan daerah Kabupaten Maluku Tenggara, sebab Hukum Nev – Nev dan Hukum Hanalit adalah penjabaran dari tujuh (7) Hukum adat Larvul Ngabal.

Kedua, Meminta kepada Pihak DPRD Kabupaten Maluku Tenggara untuk membangun komunikasi dengan Dewan Adat dan Pihak Polres, guna menyikapi kasus Penganiayaan yang sering terjadi pada saudara – saudara perempuan kita di tanat evav.

Ketiga, kami selaku anak adat meminta agar ada efek jera di balik hukuman yang diberikan kepada pelaku – pelaku yang sering melakukan tindakan penganiayaan terhadap perempuan evav dan menginjak harkat dan martabat kaum perempuan evav, agar tidak lagi ada korban – korban selanjutnya.

Empat, Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan untuk dapat di tindak lanjuti dan apabila tuntutan kami tidak di indakan maka kami akan menggelar aksi terus menerus sampai tuntutan kami dapat terealisasi.

Pos terkait