Koperasi Indo Surya Dilaporkan Lagi Atas Dugaan Tindak Pidana Perbankan

  • Whatsapp

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID— Tim pengacara dari Master Trust Law Firm kembali melaporkan Koperasi Indo Surya Cipta (KISC) ke Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya atas dugaan tindak pidana perbankan dan pencudcian uang.

Laporan dilakukan oleh beberapa korban  yang diwakili oleh Kuasa hukum para Pelapor dari Master Trust Law Firm, Alvin Lim, S.H., MSc, CFP, Adv. Natalia Rusli, S.H.,, Adv. Hendrico, S.H., Adv. Muhammad Taufan, S.H., Adv. Asterina Julifenti Tiarma, S.H. melapor ke Polda metro Jaya dengan LP No TBL/2891/V/Yan 2.5/2020/ SPKT PMJ, tanggal 18 Mei 2020.

Dengan laporan ini, berarti koperasi tersebut dua kali dilaporkan, Pertama oleh  korban bernama Rayong Djunaedi, dengan LP Nomor: LP/2229/IV/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ  tertanggal 9 April 2020 di Direktorat Kriminal Umum kini proses terhadap pelaporan tersebut sudah naik ketingkat penyidikan.

Rayong Djunaedi mengatakan, kerugiannya mencapai Rp1,4 miliar terbagai dari Rp200 juta untuk deposito 1 bulan dan Rp1,2 miliar untuk 6 bulan seterusnya bunga yang dua ratus juta pernah yang dinikmati pada bulan Januari. “Setelah itu Februari saya tidak menikmati,” ujarnya di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin 13 April 2020.

Rayong menambahkan, kemudian dirinya mencoba mencairkan lagi dana tersebut. Tapi, pihak Indo surya tidak bisa membayar uang itu. Rayong menyebut Indo Surya gagal membayar dana nasabah.

Kuasa hukum Rayong, Alvin Lim menambahkan diduga kasus ini bukan hanya terkait pihak koperasi yang gagal bayar saja namun sudah merujuk ke pidana penipuan.

Laporan kedua diterima polisi dengan LP No TBL/2891/V/Yan 2.5/2020/ SPKT PMJ, tanggal 18 Mei 2020.

Natalia Rusli, SH mengatakan, bahwa para korban selaku klien diperdaya dengan cara menyalahgunakan kepercayaannya sehingga menaruh dana mereka dengan total ± Rp. 60.000.000.000 (enam puluh miliar rupiah).

“Kami berharap pihak kepolisian (Bpk. Kapolri dan Kapolda Metro Jaya) untuk menindaklanjuti Laporan ini dan diproses sehingga oknum dibalik pidana Indo Surya terungkap, dan dapat ditindak agar Koperasi Indo Surya dapat bertanggung jawab atas perbuatannya, sebagaimana tercantum dalam data koperasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia dimana Henry Surya dan Stefanie Setiawan selaku Ketua dan Sonia selaku Bendahara kami cantumkam sebagai Terlapor dalam LP,” urai Natalia Rusli.

 

Korban, kata Natalia, termakan iming-iming yang dilancarkanb terlapor dengan modus investasi serupa deposito bank dengan bunga tinggi dan jaminan keamanan modal yang ditempatkan di koperasi. “Namun kenyataannya setelah jatuh tempo para korban tidak bisa mendapatkan uang setorannya kembali,” tegas Natalia.

Adv. Hendrico, S.H.menambahkan, jangan terjebak dengan ikut PKPU, seperti kata Hotman Paris dan Otto Hasibuan perusahaan yang tidak operasional, tidak akan mungkin mampu melunasi dana korban, asetnya juga diragukan.

“Jangan sampai para korban kecewa dikemudian hari dari hasil PKPU. Yang ikut PKPU nanti ujung-ujungnya jika lapor Pidana akan dijadikan alasan untuk menghentikan penyidikan dan berubah jadi kasus Perdata,” sergah Adv Hendrico, S.H.

Hendrico kembali mengingatkan apa yang diungkap Hotman Paris, apabila ingin dana kembali, jalan terbaiknya adalah pelaporan Pidana dan minta

diusut kemana larinya dana tersebut melalui PPATK yang hanya bisa dilakukan melalui jalur pidana.

“Jalur pidana juga dapat menyita aset yang disembunyikan dan dialihkan oleh oknum pencuci uang yang nantinya dapat dikembalikan ke korban yang melaporkan pidana. Penjarakan oknum penipu dan sita aset mereka yang disembunyikan melalui jalur Pidana. Para Korban harap Bersatu dan mari laporkan dugaan pidana ini,” Imbuh Hendrico.

Bentuk Posko

Kali ini Master Trust Lawfirm, menambahkan pasal TPPU guna melacak dan menyita aset hasil kejahatan yang diduga disembunyikan oleh oknum Koperasi Indo Surya.

“Kami membentuk Posko yang terdiri dari sejumlah Advokat dari beberapa Law Firm yang siap membantu seluruh jajaran masyarakat yang menjadi korban penipuan modus ‘Investasi Bodong’ dapat menghubungi kami di Nomor Posko 081-8899-800 Untuk Korban Investasi menjadwalkan waktu konsultasi gratis,” kata  Hendrico.

Pos terkait