Korban Laka Tambang Milik Akui Belum Ditemukan

  • Whatsapp

Oleh Robi

JEBUS,BANGKA BARAT, AMUNISINEWS.CO.ID–Upaya pencarian atau evakuasi Jumhari (Jum) alias Wak Muk (38) selaku operator excavator Hitachi yang tenggelam tertimbun tanah dilokasi tambang biji timah di sungai Tenam, Dusun Jebu Laut, Desa Kelabat, kecamatan Parit Tiga, kabupaten Bangka Barat (Babar) hingga saat ini masih terus berlangsung

“Upaya pencarian atau evakuasi Jumhari (Jum) alias Wak Muk (38) selaku operator excavator Hitachi yang tenggelam tertimbun tanah dilokasi tambang biji timah di sungai Tenam, Dusun Jebu Laut,Desa Kelabat,kecamatan Parit Tiga, kabupaten Bangka Barat (Babar) hingga saat ini masih terus berlang,”  ungkap Kapolsek Jebus, AKP Purwanto, Selasa (2/10) malam.

Upaya pencarian terhadap korban selain Polsek Jebus juga melibatkan beberapa personil PT Timah dan warga setempat.

“Namun hingga saat ini masih belum ada hasilnya dan upaya pencarian akan terus dilakukan,” ujar Kapolsek.

Disinggung soal status lahan penambangan yang telah memakan korban. Dikatakan Purwanto, jika lahan tersebut masuk dalam IUP PT Timah.

“Dari hasil saya siang tadi turun ke lokasi. Lokasi tambang tersebut di atas IUP PT Timah sebab ada SPK nya dari PT Timah,” kata Purwanto.

Terkait pemeriksaan terhadap pemilik tambang, Sukanto alias Akui. Menurutnya pihaknya belum melakukan pemeriksaan terhadap Sukamto.

” Kalau pemeriksaan secara resmi memang belum dilakukan. Sebab saat ini kita masih terfokus dalam pencarian korban. Tapi kalau ketemu pemilik tambang Sukanto, kita sudah ketemu di TKP saat pencarian tadi,” kata kapolsek Jebus Akp Purwanto.

Sementara itu, pemilik tambang, Sukanto saat ditemui wartawan di lokasi pencarian menyampaikan jika pihaknya dalam upaya pencarian korban mengerahkan sedikitnya 4 exsavator besar dan satu unit excavator  berukuran kecil.

“Empat unit excavator besar dan 1 Unit excavator kecil dikerahkan untuk mencari dan meng-evakuasi Jumhari (38),”  ujar Sukanto alias Akui ( 51 ) selaku pemilik tambang, Selasa (2/10/2018 ).

Disinggung soal kejadian laka tambang yang akibatkan korban. Sukanto katakan jika kejadian tersebut  bermula saat Jumhari selaku operator melakukan pengambilan pasir timah.

“Pagi tadi Jumhari selaku operator melakukan pengambilan pasir timah ( produksi ) tiba tiba tanah timbunan di samping excavator itu langsung longsor dan menimbun satu unit excavator merk hitachi. Saat kejadian Jumhari sempat melihat tanah tumpukan longsor namun begitu keluar dari excavator, dia langsung tertimbun tanah bersama excavator yang dioperasikannya,” beber Akui.

Dari pantauan wartawan di lokasi kejadian, upaya pencarian korban ini sempat menarik sebagian warga setempat untuk menyaksikan proses pencarian korban bahkan juga terlihat  sejumlah pegawai PT Timah serta aparat Kepolisian dari Polsek Jebus berjaga jaga, selain itu juga terlihat garis polisi terbentang di sekitar TKP.

 

 

Upaya pencarian terhadap korban selain Polsek Jebus juga melibatkan beberapa personil PT Timah dan warga setempat.

“Namun hingga saat ini masih belum ada hasilnya dan upaya pencarian

Disinggung soal status lahan penambangan yang telah memakan korban. Dikatakan Purwanto, jika lahan tersebut masuk dalam IUP PT Timah.

“Dari hasil saya siang tadi turun ke lokasi. Lokasi tambang tersebut di atas IUP PT Timah sebab ada SPK nya dari PT Timah,” kata Purwanto.

Terkait pemeriksaan terhadap pemilik tambang, Sukanto alias Akui. Menurutnya pihaknya belum melakukan pemeriksaan terhadap Sukamto.

”Kalau pemeriksaan secara resmi memang belum dilakukan. Sebab saat ini kita masih terfokus dalam pencarian korban. Tapi kalau ketemu pemilik tambang Sukanto, kita sudah ketemu di TKP saat pencarian tadi,” kata kapolsek Jebus Akp Purwanto.

Sementara itu, pemilik tambang, Sukanto saat ditemui wartawan di lokasi pencarian menyampaikan jika pihaknya dalam upaya pencarian korban mengerahkan sedikitnya 4 exsavator besar dan satu unit excavator berukuran kecil.

“Empat unit excavator besar dan 1 Unit excavator kecil dikerahkan untuk mencari dan meng-evakuasi Jumhari (38),”  ujar Sukanto alias Akui ( 51 ) selaku pemilik tambang, Selasa (2/10/2018 ).

Disinggung soal kejadian laka tambang yang akibatkan korban. Sukanto katakan jika kejadian tersebut  bermula saat Jumhari selaku operator melakukan pengambilan pasir timah.

“Pagi tadi Jumhari selaku operator melakukan pengambilan pasir timah ( produksi ) tiba tiba tanah timbunan di samping excavator itu langsung longsor dan menimbun satu unit excavator merk hitachi. Saat kejadian Jumhari sempat melihat tanah tumpukan longsor namun begitu keluar dari excavator, dia langsung tertimbun tanah bersama excavator yang dioperasikannya,” beber Akui.

Dari pantauan wartawan di lokasi kejadian, upaya pencarian korban ini sempat menarik sebagian warga setempat untuk menyaksikan proses pencarian korban bahkan juga terlihat  sejumlah pegawai PT Timah serta aparat Kepolisian dari Polsek Jebus berjaga jaga, selain itu juga terlihat garis polisi terbentang di sekitar TKP.

 

Pos terkait