KPHP Jebu Bembang Antan Ultimatum Tambang Rajuk Kulong Mayat untuk Angkat Kaki

  • Whatsapp

Oleh Herman Saleh

 

JEBUS,MUNTOK,AMUNISINEWS.CO.ID-Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi ( KPHP) Jebu Bembang Antan Melyadi memberikan Ultimatum atau peringatan keras kepada penambang ilegal di Kulong Mayat dusun Tayu Desa Ketap, kecamatan Jebus dan Parit Tiga kabupaten Bangka Barat yang sudah masuk kawasan Hutan Lindung ( HL) untuk berhenti menambang alias untuk angkat kaki dari kawasan Hutan Lindung,

” Hari ini kita adakan pendataan dan kepada penambang, Orang2/pengelola sudah kita berikan Surat Peringatan untuk menghentikan aktivitas di dalam kawasan HL,  kalau dalam 1 Minggu mereka tidak mengindahkan, akan kita berikan Surat Peringatan (SP2), yang ditembuskan dengan Stake Holder terkait,” jelasnya melalui pesan WhatsApp, Selasa (9/10) saat menjawab konfirmasi Amunisi News.

Sebelumnya terpantau oleh Amunisi News pada Selasa (2/10) aktifitas penambangan dikawasan Hutan Lindung Kulong Mayat dusun Tayu Desa Ketap kecamatan Jebus kembali ramai beraktifitas, ada puluhan atau bahkan mencapai 100 unit Ponton Apung dengan sistem Rajuk sedang beraktifitas.

Padahal beberapa tahun yang lalu sekitar tahun 2011 pernah terjadi kecelakaan tambang di Kulong Mayat itu waktu itu sekitar puluhan orang terkubur hidup-hidup di Kulong tersebut.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Marwan SAG, melalui KPH Wilayah Jebus Melyadi membenarkan bahwa kawasan Kulong Mayat yang terletak di dusun Tayu desa Ketap kecamatan Jebus itu adalah kawasan Hutan Lindung,

“Benar pak itu masuk kawasan Hutan Lindung,” ujar Melyandi melalui pesan WhatsApp, Rabu (3/10/2018).

Melyadi jelaskan selain termasuk kawasan HL, sekelilingnya adalah kawasan HP dengan total luas kawasan itu adalah,

“Kalau HL Pantai Jebu Bembang, luas totalnya lebih kurang 9.900 ha sementara HPnya wilayah konsesi HTI atas nama PT. Bangun Rimba Sejahtera (BRS),” ujarnya juga.

Saat disinggung apakah selama ini Dinas Kehutanan pernah melakukan penertiban, Melyadi katakan untuk dari Dinas Kehutanan belum pernah tetapi kalau mau jelas konfirmasi langsung kepada Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sedangkan dari pihak Polda Kepulauan Bangka Belitung pernah sekali melakukan penertiban,

“Dari Dishut belum pernah pak, tetapi lebih jelas tanya pak Kadishut, kalau Polda Babel pernah satu kali pak,” jawabnya lagi.

Persoalan lain adalah penampung dan pembeli timah hasil dari kegiatan penambangan ilegal dari kawasan HL dan HP itu masih ditelusuri karena beberapa masyarakat belum mau menyebutkan bahwa biji timah hasil penambangan di kawasan HL dan HP itu dijual kemana.

Sementara itu Kapolda Kepulauan Bangka Belitung Brigjend Pol Saiful Bahri belum bisa memberikan keterangan atau komentar apapun terkait maraknya lagi aktifitas tambang Rajuk di Kulong Mayat tersebut, konfirmasi Amunisi News sejak kemarin, belum dijawabnya.

Pos terkait