Kurangnya Pengawasan Pemerintah, Taman Kota Ketapang Kini Menjadi Tak Sedap Dipandang

  • Whatsapp

Oleh Dedi s dan Tri Teguh A

KETAPANG, AMUNISINEWS.CO.ID- Banyaknya sampah-sampah plastik di taman kota Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat, kini taman tersebuT menjadi tidak sedap dipandang.

Ini disebabkan banyaknya para pedagang dan penjual makanan yang ada di tepi-tepi jalan dan para pengunjung yaitu masyarakat yang sembarangan membuang sampah-sampah itu tidak pada tempatnya.

Selain ada yang membuang sampah di sekitar taman ada pula yang membuangnya di got sehingga mengotori taman serta got di sekitarnya, bahkan saat got tergenang air selain penuh sampah, got menjadi sangat kotor sekali.

Seharusnya pemerintah menyiapkan tempat-tempat sampah dengan arahan dalam berbentuk tulisan agar masyarakat tau tentang guna menjaga kebersihan lingkungan demi kebaikan bersama.

Keberadaan taman ini lumayan diramaikan pengunjung pada setiap harinya apalagi setiap hari libur sore, tempat yang terbuka hijau pas di tengah-tengah Ketapang tentu sangat menarik dan indah tepatnya di lapangan sepak bola Tanjungpura dengan tempat yang strategis masih dalam kawasan di kecamatan Delta Pawan Ketapang, posisi taman tepatnya berada di bibir jalan.

Namun eronisnya taman kota Ketapang yang ditata Dinas Pertamanan, terlihat dari sisi bangunan yang baru dibangun ini banyak yang rusak dan tidak berfungsi dan dampak palin blok sudah mulai retak dan masih banyak juga yang lainnya.

Diduga bangunan taman kota atau lahan terbuka ini menelan dana kurang lebih dari ratusan juta ini seperti tidak terawat, terkesan semerah dan kumuh.

“Salah satu pengunjung umur 35 tahun warga ketapang mengatakan, bangunan ini sebenarnya sangat bagus jika memang betul-betul dirawat dan dijaga karna satu-satunya yang tepat yang berada di pusat kota dan menjadi ajang olahraga joging, senam, sepak bola, serta tempat bersantai di Kabupaten Ketapang,” ujarnya pada minggu pagi 01/02/2020 pada saat lari pagi di taman kota.

“Ketika hari hujan drenasenya tampak meluap serta banyaknya sampah plastik dan botol air minum mineral dan sampah-sampah ini merupakan sampah yang memakan waktu lama untuk terjadinya pelapukan, sehingga merusak kelestarian lingkungan,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *