Lakukan Tes Urine dengan Cara Mendadak Disemua Lini

  • Whatsapp

Oleh, Budi Setiawan

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID.- Narkoba tidak kenal itu para remaja, tidak kenal itu Pejabat, Artis, Tokoh masyarakat, Tokoh Agama, Ustad, pendeta, Akademisi, Legislatif. Tentunya terus kita gencarkan Sosialisasi, bahaya bagi para pengedar narkoba. Dan Bangsa Indonesia sudah gawat narkoba dan sudah Kritis bagi Para pengguna maupun para pengedar.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyebutkan, peringkat penyalahgunaan atau pengguna narkotika di Provinsi DKI Jakarta pada tahun 2019 mengalami penurunan, ini menurun drastis.

Dari semula pada tahun 2018 diposisi pertama sebagai provinsi penyalahgunaan narkoba tertinggi, kini turun ke posisi ketiga nasional. Hal itu diinformasikan Anies Baswedan melalui akun instagramnya.

“Hasil survey tahun 2019 pengguna narkoba DKI Jakarta turun ke peringkat 3 dari peringkat 1 pada tahun 2018. Demikian disampaikan, lrjen Pol, Arman Depari, Deputi Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) di Balaikota DKI kemarin,” tulis Anies Baswedan melalui Instagram pribadinya @aniesbaswedan dan dilansir terkini.id

Ketum Fokan dan GMDM Jefri Tambayong, SH, Pria asal Menado yang Tidak kenal lelah terus mengobarkan semangatnya, untuk terus melakukan yang terbaik untuk bangsa dan negara.melalui kegiatan Sosialisasi Bahaya narkoba yang dilakukan oleh GMDM dan maupun melakukan Rehabilitasi, bagi para pencandu narkoba.

“Jefri Tambayong saat diminta komentarnya oleh jurnalis, amunisinews.co.id. via, WhatsApp, Jumat,(24/1/2020). Seputar Narkoba dan atas turunnya angka Pengguna narkoba di DKI. ditegaskan, pendapat saya tentang DKI Jakarta atas berkurangnya pengguna narkoba tentunya puji tuhan dan Alhamdulillah. tentunya saya berharap data yang benar dan bagus, ini suatu momentum perang dari narkoba.dan untuk DKI Jakarta Pengguna narkoba menurut Jefri pencandu mencapai 1 juta orang, cuma saya belum mendapatkan  Signifikan untuk kurangnya berapa pengguna narkoba di DKI menurut saya kalau kurangnya cuma hanya 1-10 orang tentunya ini bukan suatu Penurunan bagi pengguna narkoba di DKI,”ungkapnya.

Ditegaskan,kembali kalau kurangnya pengguna narkoba di DKI Jakarta ini mencapai 100 ribu orang- 200 ribu orang pengguna barang haram tersebut,  tentunya ini sangat bagus. tetapi kita bersyukur, kita Apresiasi untuk Bapak Gubernur DKI Jakarta.Anies Baswedan dalam hal ini untuk tetap bekerja lebih baik lagi sampai DKI bersinar Menuju Indonesia bersih bebas dari narkoba, ucapnya

“untuk bandar Narkoba tentunya hukum seberat-beratnya karena bandar adalah sangat menggangu bagi masyarakat dan sudah merusak para generasi penerus bangsa. dan ini para penegak hukum, tindak dan hukum bagi para bandar narkoba. jangan pilihkasih, dan harus ditegakan dalam Undang-Undang No 35 Tahun 2009. Itu harus ditegakan untuk para pecandu harus direhabilitasi dan untuk para bandar narkoba kalau memang ‘tembak mati’ ya ditembak sekalian, karena sudah bersalah.

Untuk membasmi barang haram tentunya harus ada goodwill dan niat baik kita semua dan aparat dari pada penegak Hukum di NKRI.

Saat disinggung mengenai masih adanya dugaan aparat Penegak hukum yang diduga masih nakal dalam bermain narkoba maupun main empat mata degan para pengguna narkoba maupun para bandar. Jefri selaku Ketum Fokan dan GMDM menegaskan, ini sudah lama dan kalau memang oknum-oknum aparat Penegak hukum, yang diduga bermain ya harus sangat tegas menghukum terhadap oknum-oknum tersebut yang bermain narkoba dan mainmata kepada pengguna ini tentunya sudah sangat merusak negara.

“Harapan saya, seluruh Stakeholder dan Selaras Nawa Cita kita bersama agar bangsa Indonesia bersih bebas dari narkoba, mari kita rapatkan barisan dan untuk terus melakukan gencar bahaya narkoba. diseluruh lini penjuru dan terus melakukan tes urine di seluru sekolah-sekolah atau kampus-kampus dan Pemangku Jabatan baik MPR RI-DPR RI-DPD RI,” berharap.

Diadakan tes urine dan kalau melakukan tes urine, jangan di kasihtau/diumumkan. lakukan tes urine Secara Mendadak, dan jangan takut-takut dana tes urine dikeluarkan dan diawasi jangan alat tes urine diduga di Korupsi sama yang tidak bertanggungjawab.

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *