Laporan Untuk Gubenur Anies, PT . Power Konstruksi Utama Membangun Langgar Aturan

Oleh Togar S

Kasudin Cipta Karya Jakarta Barat Diduga Terima Upeti dari Proyek Gudang

JAKATRA, AMUNISINEWS.CO.ID-  PT . Power Konstruksi Utama sebuah perusahaan besar yang bergerak dalam bidang bangunan industri dan konstruksi dan sangat berpengalaman, namun di dalam pelaksanaanya ternyata tidak seindah aslinya.

Pasalnya,  untuk memahami sebuah peraturan saja perusahaan ini belum mampu.  Hal ini terlihat saat mengerjakan bangunan di jalan   KH . M. Mansyur No : 130 A- 130 . 8 .3 di Tanah Sareal VIII No 7,10,15 , Kecamatan Tambora,  Jakarta Barat.

Pemilik Bangunan Yongki Wongso Sihono yang telah menyerahkan pekerjaan ini kepada PT Power sepertinya tidak mau tau dengan segala tetek bengek prosedur dan perizinannya yang telah  menyerahkan segala tanggung jawab kepada perusahaan tersebut. .

Hasil penelusuran Koran Amunisi diitemukan banyak kejanggalan yang tidak dipenuhi layaknya sebuah pendirian bangunan beserta perangkat perizinan sesuai diatur oleh Undang Undang seperti ; Izin Mendirikan Bangunan (IMB) .

Dugaan kasus sebagai bahan temuan adalah No IMB yang satu digit ditutupi oleh lakban putih , sehingga menimbulkan kecurigaan di kalangan masyarakat , [ers dan LSM.

Penelusuran lanjut ke Dinas Cipta Karya Jatibaru didapati keterangan bahwa tempat bangunan adalah zonasi peruntukan kantor bukan untuk gudang dan jelas pelaksana maupun pemilik Bangunan telah melanggar dan menabrak UU NO 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang serta secara otomatis Perda No 7/2014.

Iwan Efendy, Pimpinan PT Power Konstruksi Utama yang akan konfirmasi atas kejadian ini sangat sulit di temui dan hanya seorang bernama  Nasrun yang sehari hari terlihat mengawasi bangunan tersebut yang selalu menjadi juru bicara, tapi saat akan dimin ta keterangan ia pun berlari lari kian kemari , sebab ; Nasrun sudah mengetahui bahwa kuli tinta telah menemukan kesalahan PT Power dalam pembangunan tersebut  dan malah melempar kesalahan ke satu nama yaitu Margono dan entah siapa pula orang ini, tetapi menurut keterangan Rendy pelaksana bangunan, Margono adalah mantan pejabat di Sudin Cipta Karya Jakbar yang sudah pensiun dan kini menyambi sebagai calo peri zinan.

Tapi  pada faktanya semua nama nama tersebut di atas tidak berani memberikan klarifikasi pada Pers dan menghilang dan sembunyi sampai berita ini naik cetak.

Salah satu Tokoh LSM di Jakarta , Jhoni Marpaung juga angkat bicara atas Insiden ini,  sekaligus sebagai bahan laporan kepada gubenur Anis untuk segera menindak hal hal yang bersifat pelanggaran melalui bawahannya Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang beserta sudin yang berada di wilayah Jakarta Baratl

Sepanjang tidak terlibat kong kalingkong atau main mata atas perizinan yang tidak benar, Jhoni pun meminta bangunan tersesebut segera dibongkar atau di segel saja dan spabila hal ini tidak dilakukan penindakan maka akan menjadi preseden buruk bagi kepemimpinan Anies- Sandi.

“Kita lihat apaah Anies- Sandi berani menindak prilaku bawahannya yang menyimpang,” kata Jhoni

 

 

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *