Libatkan Subdenpom, Jelang Akhir Sidang di Tempat Operasi Patuh 2019

Oleh Tama/yan

SIDOARJO, AMUNISI – Satlantas Polresta Sidoarjo laksanakan sidang Operasi Patuh Semeru 2019 di depan pendopo Alun-alun kota Sidoarjo, Selasa (10/9/19). Sidang ini dihadiri oleh pengguna jalan yang telah menerima surat tilang pada Operasi Patuh Semeru 2019 ini melibatkan hakim Pengadilan Negeri (PN) beserta jajaran timnya, Dansub Denpom, kejaksaan dan petugas BRI Sidoarjo.

 

Sidang ditempat Operasi Patuh Semeru 2019 di depan pendopo Alun-alun kota Sidoarjo Selasa (10/9/19) libatkan Sub Denpom, Hakim, Jaksa dan BRI.

Disampaikan oleh Kanit Turjawali Polresta Sidoarjo Iptu Rohmat mengatakan, “Terkait dengan sidang di tempat kemarin pada waktu kegiatan yang pertama di GOR depan  kolam renang. Sekarang kita sudah siapkan alat gesek non-tunai (EDC) termasuk dari anggota dari bank BRI. Gunanya apabila pelanggar tidak mempunyai uang cash dan memiliki kartu ATM bisa memanfaatkan mesin EDC untuk pembayaran”, jelas Iptu Rohmat.

“Harapan saya kepada masyarakat khususnya masyarakat Sidoarjo, Operasi Patuh sudah kita laksanakan selama 14 hari dan terakhir besok Rabu (11/9), kiranya kita sebagai masyarakat semakin sadar ini benar-benar penting dalam kegiatan berlalu lintas. Karena kecelakaan itu bisa berawal dari ketidakdisiplinan dalam berlalu lintas,” tuturnya.

Pantauan dilapangan pelaksanaan kegiatan dengan kekuatan personil yang dilibatkan anggota Turjawali 15 personil, anggota polsek Kota 2 personil,Kejari 3 orang dan PN Sidoarjo 5 orang dan anggota Sub Denpom 2 personil.

“Adapun hasil penindakan berjumlah 176 pelanggaran (9 orang tidak membawa SIM dan 167 orang tidak membawa STNK). Setidaknya masyarakat sudah mulai sadar akan pentingnya membawa kelengkapan berkendara termasuk STNK, SIM, maupun surat kelengkapan lainnya,”,terang Rohmat.

Sementara itu Komandan Sub Detasemen Polisi Militer (Dansub Denpom) V/4-1 Kapten Cpm Rif’an Hadi Nurhasyim,SH mengatakan wartawan, “Keterlibatan kami (Sub Denpom V/4-1) dengan mengirimkan dua anggota dalam Operasi Patuh Semeru 2019 tersebut antisipasi bilamana ada anggota TNI (oknum)yang terjaring razia, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan (anarkis), pungkas Kapten Cpm Rif’an Hadi.

Vincentius Banar T. SH, MH selaku Hakim Pengadilan Negeri Sidoarjo (PN) juga menegaskan, “Pengadilan Negeri Sidoarjo mendukung Operasi Patuh Semeru 2019. Kami hadir dengan tim lengkap, ada 5 orang full team yaitu hakim, panitera dan staf pidana bagian ITE serta satu orang pendamping dengan menilang atau mendenda ditempat tanpa harus datang ke PN,” tutur Hakim PN tersebut.

“Semoga dengan operasi patuh masyarakat semakin menyadari tentang pentingnya kelengkapan surat-surat dan adiminstrasi dengan mendisiplinkan diri serta ketertiban berlalu lintas mengantisipasi kecelakaan”, imbuh Vincentius Banar.

Aziz warga Sidokare, salah satu pengendara jalan yang akan berangkat ke Surabaya melakukan pelanggaran karena tidak membawa SIM dan tidak membawa uang cash. Aziz menyampaikan, “Saya tidak mengetahui bila ada operasi patuh hari ini, mbak. Dan pastinya dengan saya tidak membawa SIM, kedepannya saya akan lebih mempersiapkan kelengkapan baik SIM maupun STNK. Sehingga bila ada operasi lagi tidak melakukan pelanggaran kembali”, tutup Aziz.tam

47 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Polda Metro Jaya Gagalkan Penyelundupan Tekstil

Kam Sep 12 , 2019
Oleh Ulis JP JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID-Subdit I Indag Ditreskrimum Polda Metro Jaya kembali mengungkap tindak pidana di bidang perdagangan dan perlindungan konsumen barang selendupan berupa tekstil, balpress, dan sepatu. Dari pengungkapan ini, empat pelaku turut diamankan.   Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono mengungkapkan modus para pelaku menyelundupkan barang ilegal […]