LKBH UIN SMH Gelar Penyuluhan Bantuan Hukum di Ds Junti Banten

  • Whatsapp

Oleh : Yadi

Kades Junti Kab.Serang-Banten, Suba’i S.Sos

SERANG, AMUNISINEWS.CO.ID – Darurat Kekerasan Terhadap Perempuan di Indonesia, Apa yang Anda lakukan jika melihat pasangan bertengkar, namun disertai dengan tindak kekerasan?Jika ada pasangan Suami-istri bertengkar itu lumrah, bila terbatas pada percekcokan mulut. Namun di Bali ada seorang suami yang secara mencengangkan melakukan tindakan bengis menebas kedua kaki istrinya dengan golok. Konon, karena cemburu.

Pada bulan September 2017, itulah kejadian tragis yang menimpa Ni Luh Putu Kariani (33) yang dituduh selingkuh oleh suaminya, Kadek Adi Waisaka Putra (39).

Tindakan ekstrem Kadek ini hanya merupakan satu dari sekian banyak insiden kekerasan terhadap perempuan (KTP) di Indonesia.

Paparan  di atas mengundang perhatian para Mahasiswa KUKERTA dari Kampus UIN dan LKBH SMH Serang Banten untuk memberikan penyuluhan Bantuan Hukum kepada Masyarakat yang ada di Desa Junti. bertempat di Kantor Desa Junti Kec. Jawilan Kab Serang Prov Banten. Senin, (27/08/2018).

Turut hadir, Ketua KUKERTA Dedi Wahyudi dan Nara sumber dari LKBH UIN SMH   Atu Karomah, Nita Anggraeni, Dr.Iin Ratna Sumirat dan Dosen pembimbing Ida Mursidah

Tingginya angka kekerasan, menurut Dr.Iin Ratna Sumirat dari LKBH UIN SMH Serang mengatakan Angka-angka KTP,  kekerasan terhadap anak, sudah bisa dikatakan tinggi, dan cenderung meningkat setiap tahun, kami mensinyalir angka-angka ini hanya merupakan puncak gunung es.

Kekerasan di dalam rumah tangga (KDRT) merupakan bentuk kekerasan terhadap perempuan yang insidennya paling tinggi, dapat berbentuk fisik, psikis maupun ekonomi. Didalam kategori kekerasan seksual, yang paling banyak adalah perkosaan,

Ini karena faktor kultural dan struktural yang begitu kokoh, saling melengkapi dan merasuk di dalam sanubari masyarakat Indonesia, baik secara individual maupun institusional.

Kedatangan kami untuk memberi pencerahan, penyuluhan terkait di bidang hukum, kami akan membantu Masyarakat yang membutuhkan bantuan hukum tanpa di pungut biaya dengan syarat memiliki surat keterangan tidak mampu dari kepala Desa setempat. Ujarnya

Sementara Kepala Desa Junti Suba’i S.Sos mengatakan Kekerasan Terhadap Perempuan dan juga kekerasan terhadap anak masih sering terjadi karena banyak faktor

Kekerasannya dapat berbentuk fisik, psikis, ekonomi sampai dengan perkosaan. Bagi warga maayarakat desa Junti jika keluarganya jumpai kekerasan dalam rumah tangga silakan agar segera melapor kepada polisi ataupun kepada Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang sudah terakreditasi dan bagi masyarakat desa Junti yang kurang mampu, kami akan bantu buatkan surat keterangan. pungkasnya.

 

editor: maliki hd

 

Pos terkait