LSM Gebrak Babel Minta Kejati Lidik Proyek Pengadaan Bibit Lada Tahun 2017 Di Dinas Pertanian

  • Whatsapp
Oleh Herman Saleh
PANGKALPINANG BABEL, AMUNISINEWS.CO.ID–Menanggapi keluhan beberapa petani Lada di Kabupaten Bangka Tengah dan Kabupaten Bangka Barat terkait  bantuan Bibit Lada yang mereka terima dari Dinas Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung  tempohari banyak yang mati setelah ditanam, LSM Gebrak Bangka Belitung melalui Sekretarisnya Heriyanto meminta pihak Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung turun kelapangan dan melakukan penyelidikan.

Permintaan tersebut disampaikan Heriyanto saat ditemui Amunisi News dikantornya Di Balunijuk Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka pada Selasa (19/3/2018), menurutnya kalau bibit yang dibagikan itu banyak yang mati berarti bibit yang dibagikan itu diduga mempunyai kuwalitas kurang baik,

“Kalau bibit yang dibagikan kepada Petani itu banyak yang mati setelah ditanam berarti kuwalitas bibitnya patut dipertanyakan,” ujar Hery  sapaan akrabnya Heriyanto.

Untuk itu atas nama LSM Gebrak Bangka Belitung meminta kepada Pidsus Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung untuk melakukan penyelidikan terhadap proyek pengadaan bibit Lada dengan dana Rp 4000.000.000,00,

Selain itu Hery katakan juga bahwa LSM Gebrak Bangka Belitung dalam waktu yang tidak terlalu lama akan turun kelapangan melakukan Investigasi sejauh mana permasalahan pengadaan bibit Lada Tahun 2017 tersebut dan kalau memang ditemukan unsur dugaan penyimpangan dalam pelaksaan proyek tersebut, LSM Gebrak akan membuat laporan langsung kepada Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung supaya pihak Kejaksaan melakukan penyelidikan,

“Dalam waktu tidak terlalu lama kami akan ke lokasi dan kalau memang ada dugaan penyimpangan, akan kami laporkan langsung kepada Pidsus Kejati Babel,” terangnya lagi.

Sebelumnya sudah diberitakan ada keluhan beberapa Petani penerima bibit Lada bantuan Dinas Pertanian Kepulauan Bangka Belitung bahwa bibit yang mereka terima banyak yang mati setelah ditanam.

Seperti yang diungkapkan oleh Petani penerima bantuan Bibit itu pada Jumat (16/3/2018) kemarin di Bangka Tengah, pengakuannya bibit yang di tanam berasal dari bibit bantuan itu banyak yang mati,

“Waduh pak, dari 100 batang bibit yang kami terima setelah kami tanam yang hidup cuma 50 batang bibit pak sedangkan yang 50 batang bibitnya mati pak,” ungkap salah seorang petani tersebut tanpa mau menyebutkan namanya.

Sebenarnya kami sebagai Petani Lada sangat membutuhkan bibit Lada tersebut karena kalau kami mau membeli itu harganya mencapai Rp 10.000,- perbatang bibit,

“Kalau dipasaran harga bibit lada yang sudah Polybag itu rata-rata Rp 10.000 perbatang, cuma rata-rata bibit itu sangat bagus sekali,” ungkap petani tersebut.

Terpisah, Erwin Krisnawinata yang menjabat PPK dalam pengadaan bibit Lada tersebut saat ditemui Amunisi News di kantor Dinas Pentanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membantah bahwa bibit yang dibagikannya berkualitas jelek atau tidak layak,

“Semua bibit Lada yang kami bagikan tersebut sudah diperiksa mutunya dan sudah diberi label dan sangat layak untuk ditanam oleh petani,” jelas Erwin.

Erwin katakan juga memang bibit disemai satu ruas sesuai SOP dan setelah bibit sampai 5 ruas baru kami bagikan kepada petani.

“Kami menangkar sesuai SOP, satu ruas kedalam Polybag dan setelah hidup mencapai 5 ruas baru kami bagikan kepada Petani yang mengajukan melalui Kelompok Tani,” kata Erwin lagi.

Meskipun satu ruas kedalam Polybag, bibit yang kami bagikan itu adalah bibit Lada yang bagus dan sudah diseleksi dan kalau bibit itu tidak hidup itu adalah kelalaian dari Petani penerima bantuan bibit tersebut karena mungkin saja setelah petani menerima bibit itu disimpan didepan rumah tanpa dipayungi dan disiram, bibit akan mati setelah 3 hari,

“Bisa juga petani setelah menerima bibit itu disimpan didepan rumah tanpa dipayungi dan disiram, jelas bibit akan mati,” tambah Erwin.

Diketahui, pengadaan bibit Lada itu adalah proyek Anggaran Tahun 2017 dan dana berasal APBN dengan  jumlah dana Rp 4.000.000.000,00,- dikerjakan oleh PT Agro Alam Lestari dengan jumlah bibit yang dibagikan kepada Petani di Kabupaten Bangka Tengah dan Kabupaten Bangka Barat sejumlah 400.000 batang bibit polybag.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *