LSM Gebrak Minta Kejati Babel Selidiki Kasus Pasar Modern Koba Bangka Tengah

  • Whatsapp

Oleh : Julianto

PANGKALPINANG BABEL,AMUNISINEWS.CO.ID–Gerakan Berantas Korupsi atau biasa disebut Gebrak Babel melalui Sekretarisnya Heryanto meminta Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung untuk melakukan penyelidikan terhadap proyek Pasar Modern Koba Bangka Tengah.

Hal itu dikatakan Heryanto disebuah kafe Kopitiam Pangkalpinang pada Jumat (6/4/2018), ada beberapa hal yang menyebabkan kita sebagai LSM untuk meminta pihak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung melakukan penyelidikan, pertama adalah kasus Pasar Modern ini sudah sering diberitakan oleh media.

“Saya sudah sering membaca berita di Media baik lokal maupun Nasional yang mengangkat kasus pembangunan Pasar Modern Koba Bangka Tengah yang dibangun Tahun melalui APBD Bateng senilai 16,7 miliar pada tahun 2013 lalu, tetapi sampai sekarang tidak ada kelanjutannya,” ujar Heryanto kepada Amunisi News Jumat (6/4/2018).

Padahal beberapa media sudah menyoroti beberapa pekerjaan yang diduga bermasalah seperti eskalator yang tidak berfungsi dan ada dugaan indikasi korupsi,

“Saya pernah membaca satu Media menyoroti Pengadaan eskalator atau tangga jalan yang ada di Pasar Modern Koba, Bangka Tengah (Bateng) terindikasi korupsi. Sebab, meski dana yang digelontorkan tersebut mencapai Rp 1 Milyar, namun sampai sekarang juga kami dari Gebrak Babel belum mendengar adanya penyelidikan dari Kejati Babel terkait permasalahan tersebut,” tambahnya.

Selain itu berdasarkan pantauan kami dari Gebrak Babel pada Kamis (5/4/2018) kemarin, kami dapati Eskalator yang dibangun Tahun 2013 itu tidak pernah difungsikan menurut pengakuan Pedagang setempat,

“Gebrak Babel pantau Eskalator itu tidak pernah digunakan dan itu dikuatkan dengan pengakuan Pedagang setempat”, kata Heryanto lagi.

Gebrak Babel pernah mendengar waktu itu kasus Pasar Modern Koba Bsngka Tengah ini mau di Lidik pihak Polres Bangka Tengah, tetapi sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya,

“kami pernah denger kasus Pasar itu sedang di Lidik Tipikor Polres Bangka Tengah, tetapi masih belum ada kelanjutannya,” kata Heryanto.

“Untuk itulah kami meminta Kejati melakukan penyelidikan, apakah memang ada unsur yang merugikan Negara dan kalau ada kami meminta untuk diproses secara hukum, siapa yang bermain dan siapa yang kebagian fee nya, kami dari Gebrak Babel tidak mau demo, permintaan kami cukup diajukan lewat Media,” ungkap Heryanto juga.

Sementara itu Kepala Dinas PU TR Kabupaten Bangka Tengah Hasan Basri sangat disayangkan belum berhasil dikonfirmasi baik langsung maupun melalui telepon, saat tadi dihubungi Jumat (6/4) sekitar Pukul 12.45 Wib, nomor telepon Hasan Basri belum aktif.

Diketahui, bangunan seluruh Pasar Modern Koba Bangka Tengah itu  luasnya 8.600 meter persegi dan dibangun melalui APBD Bateng dengan Pagu Dana senilai 16,7 Milyar Rupiah dan dikerjakan pada Tahun 2013 lalu.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *