Lurah Patte’ne Tak inginkan Pembangunan Tower PLN sebelum panen padi Warganya

  • Whatsapp

 

Oleh Hamzahr Siriwa

TAKALAR, AMUNISINEWS.CO.ID-  Pembangunan tower PLN di lingkungan Damme, Kelurahan Pate’ne menui sorotan. Pasalnya  warga  petani Kelurahan Patte’ne, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kaupaten Takalar keberatan dengan rencana pembangunan tower PLN dalam waktu dekat, karena merusak tanaman padi yang sebentar lagi akan dipanen.

Keberatan warga mendapat dukungan pemerintah. Lurah Syafaruddin, S.Sos., M.AP, Kepala Kelurahan Patte’ne mengungkapkan dukungannya atas permintaan warganya agar pembangunan tower PLN bisa dilakukan setelah petani memanen padinya yang sudah mulai menguning.

“Kalau petani selesai panen tidak jadi persoalan, silakan saja karena lahannya memang diperuntukkan untuk itu, tetapi untuk sekarang sangat tidak memungkinkan, karena tanaman padi petani sudah hampir menguning, beberapa hari lagi sudah dipanen,” Ungkap Syafaruddin, Jumat (13/07/2018).

Lanjut Syafaruddin, pihaknya berharap kontraktor yang menangani pembangunan ini, agar bersabar dan menunggu sampai padi petani selesai dipanen, “Hal itu demi kebaikan bersama,” ujarnya.

Baginya, padi yang sudah hampir panen tersebut sangat disayangkan jika digusur begitu saja, walaupun ada wacana ganti rugi tetapi itu memberikan citra yang buruk jika padi yang hanpir panen digusur begitu saja.

“Kita tahu bersama kalau padi itu yang memberikan kita kehidupan dan kesejahteraan,” pungkas Syafaruddin.

Dukungan serupa juga disampaikan Sekretaris Kelurahan Patte’ne, Muh. Nur, S.Sos. “Saya sebagai bagian dari unsur pemerintah sangat prihatin dengan persoalan ini, karena itu kami akan mencari solusi terbaik untuk kebaikan bersama, tanpa merugikan pihak lain,” ujarnya.

Selain dari perangkat kelurahan, warga juga mendapat dukungan dari organisasi masyarakat sipil seperti Pemuda Muslimin Indonesia dan Polongbangkeng Institute yang menyatakan kesiapannya mengawal dan mendukung penuh perjuangan petani.

“Kami dari barisan pemuda siap memperjuangkan aspirasi petani demi kemaslahatan dan keadilan kaum tani,” ungkap Ketua Umum Pimpinan Ranting Pemuda Muslimin Indonesia Kelurahan Patte’ne, Ardiansyah Asran dengan penuh semangat.

“Dan jika pihak kontraktor bersikeras membangun tower tersebut dan tidak mengindahkan keberatan warga petani itu maka akan melakukan aksi unjuk rasa,”  tegasnya.

Pos terkait