M.Ali Ketua LP2TRI Basel: Kalau PT MBR Masih Menambang, Kami Akan Demo Ke DPRD Babel

  • Whatsapp
Oleh Herman Saleh

TOBOALI,BABEL, AMUNISINEWS.CO.ID–Ketua Lembaga Pengawsan Penyelenggaraan Triaspolitik Republik Indonesia ( LP2TRI) Kabuoaten Bangka Selatan M Ali merasa kesal dengan Aktifitas Kapal Keruk PT MBR yang mengeruk Alur di Perairan Sadai kecamatan Sadai Kabupaten Bangka Selatan karena aktifitas tersebut sangat merugikan nelayan terutama nelayan Bagan.

Dikatakannya, kalau memang aktifitas PT MBR masih tetap berlangsung di Perairan Sadai dan sekitarnya, kami akan berdemo ke DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,

“Satu-satunya jalan pak kita demo di kantor dewan,” katanya Sabtu (15/9/2018).

M Ali juga menyayangkan sikap Kades Sadai M Amin yang takut dan tertutup kepada media terkait pengerukan alur itu dan juga Camat  kecamatan Sadai yang juga tertutup dan merasa takut,

“Makanya pak..kasunya tdk bisa jalan karena semua sudah ada jatah..seharusnya kan itu tidak boleh pak setiap orang yang butuh informasi harus terbuka dan jangan takut,” ungkapnya lagi.

Kemudian M Ali menjelaskan, bahwa dulu ada surat perjanjian antara masyarakat Sadai dengan pihak PT MBR, dalam surat perjanjian itu ada poin-poin lokasi mana saja yang mesti di keruk, tidak seperti sekarang mengeruk sembarang, dalam surat itu PT MBR mengeruk wilayah Beting -Beting supaya arus lalu lintas perahu nelayan masuk ke oelabuhan menjadi gampang, tetapi surat tersebut entah kemana,

” dulu ada surat perjanjian pak, dalam surat itu ada perjanjian lokasi mana yang dikeruk pak, mungkin surat itu ada dikantor Camat, coba bpk tanya ke pak Camat,” jelasnya.

Pada berita yang lalu sudah 5 tahun aktifitas pengerukan alur oleh PT MBR tetapi tanpa memberikan hasil dan manfaat yang jelas terhadap lalu lintas perahu nelayan Sadai, perahu-perahu nelayan masih tetap susah masuk ke pelabuhan karena masih tersangkut.

Bahkan membuat nelayan menjadi rugi karena pendapatan nelayan menjadi berkurang dan kawasan pantai pelabuhan Sadai juga akan mengalami Abrasi karena pasirnya diangkut dan suatu waktu Sadai bisa mengalami banjir Rob.

Sementara itu terkait keluhan dan keresahan masyarakat Sadai atas aktivitas Kapal Keruk Bumi Tama dan Bina Sarana dari PT MBR yang tidak memberikan manfaat bagi Nelayan Sadai dan bahkan memberikan dampak buruk bagi Nelayan, Camat  Kecamatan SadaI jamroni kelihatan agak takut dan tidak banyak berkomentar,  Camat akan koordinasi dulu dengan pihak-pihak terkait,

“Prinsipnya kami akan koordinasi dgn pihak2 terkait..dgn pemkab dan dgn masyarakat Sadai..

agar ada win-win solution lah dlm permasalahan tsb..” jelas Camat, Sabtu (15/9)

Senada dengan Camat, Kepala Desa Sadai M Amin juga kelihatan ketakutan saat dikonfirmasi dan M Amin lebih memilih membela PT MBR daripada membela kepentingan rakyatnya,

“Kalau kami pemerintah desa belum bisa komen krn masih banyak di atas kami mulai dari bupati,gubernur sampai persiden mereka yg membuat kebijakan tolong ya, Maaf maaf bukan kami tidak mau bantu masyarakat juga tdk pernah ngomong dgn kami,” katanya, Sabtu (15/9).

Pos terkait