Mahasiswa Polikant Aksi Pungut Sampah Organik di Pantai Ohoidertawun

  • Whatsapp

Oleh Jecko Poetnaroeboen

LANGGUR, AMUNISINEWS.CO.ID – Puluhan mahasiswa – mahasiswi Politeknik Perikanan Negeri Tual Program Studi Bioteknologi Perikanan menggelar aksi pemugutan sampah di pantai Ohoidertawun yang merupakan salah satu objek wisata, Kabupaten Maluku Tenggara.

Tema kegiatan Kreatifitas Mahasiswa Dalam Pemanfaatan Limbah Dan Pengolahan Sumberdaya Perikanan Berbasis Bioteknologi

Ketua panitia pelaksana Ospek dan Inagurasi mahasiswa Polikant Negeri Tual, Roy Marthen Rahanra. S. Si. M. Si kepada media Amunisinews, Sabtu (22/9), ditemui pada saat usai kegiatan mengatakan aksi ini sekaligus kegiatan sosial.

Roy Marthen Rahanra. S. Si. M. Si mengatakan, bahwa puluhan mahasiswa – mahasiswi yang ikut berpartisipasi dalam rangka pemungutan limbah organik yang melibatkan sejumlah delapan puluh delapan (88) mahasiswa yang terdiri dari angkatan pertama hingga angkatan yang baru dan seluruh dosen fakultas Program Studi Bioteknologi Perikanan Negeri Tual.

Untuk itu, alasan memilih pantai Ohoidertawun sebagai lokasi kegiatan karena program studi melihat pantai ini jauh lebih layak untuk dijadikan sebagai objek wisata yang banyak di gemari serta dikenal warga baik dalam negeri maupun luar negeri dan banyak dikunjungi, serta memiliki ekosistem laut dan darat yang sangat baik.

Selain itu, pemugutan sampah organik oleh mahasiswa polikant, dan kedepan juga akan di laksanakan pelatihan kepada seluruh mahasiswa untuk dapat kreatif dalam pembuatan produk – produk limba ruma tangga terutama limba plastik, dan pada kesempatan ini juga akan dilaksanakan Mou Politeknik Perikanan Negeri Tual dan Pihak Ohoi (Desa) Ohoidertawun akan dijadikan sebagai Desa binaan.

Lebih lanjut, Ketua Program Studi Bioteknologi Perikanan, Dr.Chenny Putnarubun. M. Si menyampaikan, bahwa aksi bersih pantai Ohoidertawun merupakan salah satu bentuk kepedulian kita untuk membebaskan daerah, khususnya objek wisata yang ada di pesisir pantai Ohoidertawun dari sampah organik maupun non-organik.

“Kita sadari di wilayah Malra saat ini banyak persoalan sampah, terutama diwilayah pesisir pantai hingga ke objek-objek wisata sehingga kami dapat membantu membersihkan,” kata Cenny.

Menurut Chenny Putnarubun, bahwa sivitas akademika Polikant Tual program studi Bioteknologi Perikanan memandang aksi pungutan sampah organik menjadi salah satu agenda yang baik untuk mahasiswa baru yang Ospek/inagurasi, sekaligus untuk menjaga lingkungan serta mampu memanfaatkan dan mengolah sampah organik menjadi produk-produk ekonomis.

Oleh karena itu, mahasiswa -mahasiswi Polikant gelar aksi bersih limba organik baik untuk mahasiswa, sekaligus mahasiswa juga dapat langsung belajar mengolah sampah menjadi produk-produk ekonomis seperti, tempat duduk, dompet, asbak dan lainnya.

Pos terkait