Majelis Hakim Bingung, Putusan Sidang Kasus Sengketa Tanah Ditunda

  • Whatsapp

Oeh, Aston Darwin

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID.- Sidang kasus sengketa tanah dengan nomor perkara : No.209/ pdt.G/2017/ PN.Jkt. Utara tertanggal 20 April 2017 yang berlokasi didaerah Sunter, yang digelar dikantor Pengadilan negeri, Jakarta utara, dengan agenda pembacaan putusan.

Itu pun, terpaksa harus ditunda. Pasalnya, Hakim ketua, masih membutuhkan waktu untuk mempelajari perkara tersebut.

Pada sidang yang sebelumnya, Majelis hakim telah melakukan pemeriksaan terhadap pihak penggugat, yakni : ahli waris  atas nama Almarhum Husein Said bin Usman Said, yaitu saudari Hj. Siti Ratna Robiah, Hj. Herdiana , Herlinda, Herfinah dan saudari Fathona. Sedangkan dari pihak tergugat yang hadir adalah: tergugat 1. atas nama Hendrik Halim, tergugat 2. atas nama Tirta Juwana Darmaji alias Alex Tirta, tergugat 3. Soenarjono, tergugat 4. Sutanto Tan, tergugat 5. Zainal Mazam, tergugat 6. Afen Siswoyo dan tergugat 7. atas nama Saminah Salim. Selain itu, kepala Kelurahan Sunter Jaya dan 2 orang pejabat dari kantor Badan Pertanahan Nasional ( BPN) Jakarta utara, juga dinyatakan sebagai tergugat 1.

Karena pada tanggal 9 Agustus 2019 yang lalu, saat dilakukan sidang dilapangan, pihak penggugat, malah tidak bersedia hadir. Sehingga, pihak tergugat mengajukan surat panggilan, melalui Majelis hakim. Karena adanya permintaan atau permohonan dari tim Penasehat Hukum penggugat, sidang yang seharusnya beragendakan untuk kesimpulan tersebut, akhirnya ditunda dan dilanjutkan kembali setelah 2 minggu kedepan. Atas permintaan atau permohonan dari tim Penasehat Hukum penggugat,  Majelis hakim pun,  akhirnya menyetujuinya. Dengan ketentuan, apabila ke -2 belah – pihak yang hadir, tidak mengajukan kesimpulan, maka dipersidangan yang dibuka untuk umum itupun, dianggap tidak mengajukan kesimpulannya. Demikian juga, bagi para pihak yang dianggap tidak hadir. Ucap Majelis hakim, dihadapan persidangan.

Selasa, 15 Oktober 2019, pukul 13.30 Wib, ketika amar putusan sidang sengketa tanah tersebut hendak dibacakan, Hakim ketua Jootje Sampaleng, SH., MH, yang didampingi hakim anggota Firman, SH., MH dan Agung Purbantoro, SH,. MH, mengatakan, bahwa putusan sidang terkait sengketa tanah tersebut, belum bisa dibacakan. Pasalnya, ia harus membutuhkan  waktu untuk mempelajari kasus tersebut. Selain itu, ketua Majelis hakim yang sebelumnya ditunjuk untuk memeriksa perkara tersebut, telah dimutasi.Oleh karena itu, ia memohon agar pihak penggugat maupun pihak tergugat, diharap bersabar. Jadi, untuk pembacaan putusan, sidang akan dibuka dan dilanjutkan kembali pada tanggal 5 November 2019 mendatang.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *