“Malaikat” di Balik Kerasnya Ibukota

  • Whatsapp

Oleh: Adi Susatyo

Kejadian berawal ketika penulis (Adi Susatyo-red) melakukan perjalanan menuju tempat tinggalnya di bilangan Bekasi. Waktu menunjukkan pukul 10.30 pagi saat tiba di Jl Mayjen DI Panjaitan Cawang Jakarta Timur, tepatnya di depan gedung BNI, tiba-tiba motor matic yang dikendarainya, mendadak berhenti dan tidak bisa berjalan, meskipun telah di gas sekencang-kencangnyanya. Timbul suara gemericik di dalam ruang tempat pemutar roda belakang.

“Saya sempat berfikir kemungkinan fan belt putus atau lepas,” keluh Adi.

Namun dalam situasi lalu lintas yang padat dan jauh dari bengkel, sulit rasanya untuk segera melakukan pengecekan. Akhirnya diputuskanlah untuk menggunakan jasa Gojek dengan harapan driver tesebut nantinya mau membantu untuk mendorong motor yang rusak minimal sampai bengkel terdekat.

Setelah beberapa kali di cancel oleh driver Gojek (mungkin enggan atau karena mereka mengejar setoran) akhirnya dapat juga seorang driver Gojek yg mau membantu. “Rustandi” itulah nama driver tesebut. Lelaki berusia sekitar 35 tahunan itu menyapa dengan ramah. Setelah dijelaskan permasalahannya (dengan sedikit harapan driver tesebut mau membantu), tiba-tiba Andi, begitu dia biasa di panggil, bersedia untuk mendorong motor penulis dengan menggunakan kaki (stood).

Dia juga mengatakan bersedia membantu untuk mengantarkan ke bengkel kenalannya yang berada tidak jauh dari lokasi. Dengan harap cemas, penulis pun mengiyakan tawaran tersebut, karena tidak punya pilihan lain mengingat jarak tempuh dari Cawang menuju Bekasi masih terbilang jauh.

Sesampainya di bengkel, dengan segera Andi pun memberikan instruksi kepada pemilik bengkel untuk melihat permasalahan pada motor penulis. Setelah dibongkar ternyata part yang mengalami kerusakan lumayan banyak dan lumayan pula harganya.

Sejenak penulis termenung,memikirkan hal tersebut. Namun tanpa diduga, driver Gojek tersebut kembali mengatakan, “bang fan belt nya engga usah diganti, saya punya di rumah, walaupun bekas tapi masih layak pakai kok” sambil berbicara begitu, dia pun bergegas pergi meninggalkan kami.

Tak lama kemudian, dia kembali ambil membawa part yang dimaksud tadi dan ternyata benar, ukuran dan kondisinya masih lumayan bagus serta sesuai di motor penulis. Tidak sampai disitu, dia pun menawarkan part yang lainnya yang rusak yang mungkin dia punya di rumah. karena kebetulan motornya sama dengan motor penulis.

Andi kembali pulang dan membawakan part yang ada di rumahnya, namun sayang, part tersebut kondisinya sudah tidak bisa dipakai lagi. “Maaf ya bang, udah yang penting Abang bisa ampe rumah aja dulu, jalan pelan-pelan” demikian selorohnya.

Sejenak penulis berfikir, alangkah baiknya driver ini. Kemudian penulis pun mengatakan. “Iya bang engga apa-apa. Abang narik aja lagi. Saya ditinggal aja,” sambil saya menyodorkan beberapa lembar uang sebagai upah karena tadi saya telah membooking Gojeknya.

Di luar dugaan, Andi menolak pemberian tersebut sambil mengatakan, “Tadi udah saya cancel bookingan abang. Saya nolong aja bang,” katanya. “Ini kopinya diminum dulu bang” tambahnya.

Penulis pun semakin takjub dan terheran-terheran, dalam kerasnya hidup seperti sekarang ini ditambah persaingan para driver Gojek untuk mengejar order, masih ada orang yang mengutamakan menolong orang lain. Penulis terkesima, takjub dan haru.

Penulis pun menegaskan sekali lagi” udah ini ambil bang, Abang kan nyari uang, saya udah buang waktu Abang nolongin saya,” sambil penulis meletakkan uang tersebut di dekat tempat duduknya.

Penulispun beranjak menuju warung yang kebetulan dekat dengan bengkel, di luar dugaan Andi sekali lagi mengembalikan uang tersebut aambil berkata, “udah bang ga usah, duduk aja disini, ini uangnya ambil aja, buat di jalan nanti siapa tau Abang perlu, karena ke Bekasi masih jauh bang” jangan juga beli rokok buat saya” begitu katanya, seolah membaca pikiran saya.

“Saya malah bisa marah sama Abang kalo Abang begitu,” tambahnya.

Akhirnya dengan sedikit terpaksa, penulis pun menuruti perkataannya. Setelah semuanya selesai, akhirnya, penulis pun berpamitan tak lupa penulis mengucapkan terima kasih ambil berdoa semoga dimudahkan dan dilancarkan segala urusan Abang gojek ini

“Malaikat tanpa sayap” mungkin itulah gambaran penulis terhadap diberikan gojek tersebut. Waktu yang terbuang, tanpa menerima bayaran, juga ketulusan yang di tunjukkan telah menyentuh hati penulis.” semangat terus ya bang”.  Luar biasa…

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *