Malangnya Nasib Mu’in, Kecelakaan Kerja di PT JV Malah di-PHK

  • Whatsapp

Oleh Teguh

KETEPANG, AMUNISINEWS.CO.ID- Malang benar nasib Mu’in. Setelah mengalami kecelakaan kerja di PT Jalin Vaneo (JV), bukannya mendapat

santunan malah di PHK secara sepihak.

Ditemui di kediamannya, September lalu Muin menuturkan awal kejadian ini sedang melakukan aktivitas dalam prusahaan PT JV pada bulan 4 yang lalu tiba-tiba kaki terpeleset pada saat memanen buah sawit dihantam egrek di tangan sebelah kiri sehingga membuat Mu’in cacat permanen disaat dalam perawatan medis selama beberapa bulan di rumah sakit Fatimah, kemudian mendapat rujukan dari (RB) ke rumah sakit di Antonius Pontianak dengan penuh harapan untuk mendapatkan kesembuhan supaya dapat beraktivitas seperti semula.

Namun dengan tiba-tiba salah satu Humas perusahaan Sembara memberikan satu lembar surat yang katanya disuruh datang ke prusahaan PT. JV setibanya di perusahaan Mu’in merasa kaget karena langsung di PHK.

Mu’in (39) di warga desa Batu Barat Jln Teluk Aur, bekerja di perusahaan itu sudah empat tahun. Pada saat di PHK disaksikan HRD yaitu Albert, Juntak asisten devisi 7,  Edi selaku mandor di prusahaan,  Roni selaku askep.

Humas prusahaan Munawar yang menyampaikan kepada sMu’in untuk memutuskan hubungan kerja. u Mu’in menolak untuk diberhentikan dikarenakan dia masih dalam proses pengobatan secara rutin. Namun dari pihak prusahaan memaksakan dengan kehendak memutuskan hubungan kerja secara sepihak.

Sempat terjadi perdebatan antara korban dan pihak prusahaan. Nasib serupa kejadian ini menimpa  Syahyuni dengan nada yang sama pada hari itu juga.

Dua karyawan yang korban kecelakaan dalam bekerja hanya sekedar diberikan imbalan sekadarnya.

“Menurut dari penjelasan pihak prusahaan bahwa itu sudah sesuai dengan undang-undang Disnaker,”  kata Pak Roni selaku ASKEP.

Pada saat itu mereka dipaksakan menandatangani surat pemutusan hubungan kerja dengan nada memberikan ancaman “Kalau kamu merasa kurang puas silahkan kalian menempuh jalur hukum menang menjadi abu kalah jadi arang,”  kata pak Munawar kepada Mu’in.

Selasa10 September 2019 awak media menemui pimpinan perusahaan PT. JV (Jalin Vaneo) diterima salah satu unsur pimpinan Hafid di ruang kerjanya di dampingi slah satu stapnya  Uti Sumadi.

Disaat dikonfirmasi,  Hafid menjawab bahwa itu benar dikarenakan itu sesuai dengan undang-undang Pemerintah. “Kami sudah menjalankan kewajiban prusahaan dengan mengganti rugi uang sebesar Rp. 30.000.000 & Rp. 21.000.000 pada kedua korban,” katanya.

Korban mengatakan belum mau diberhentikan dengan alasan masih dalam pengobatan dam perawatan secara rutin.

Hafid mengatakan sudah pembayaran gaji selama 1 tahun. Namun korban mengatakan gajinya tidak dibayar penuh karena ada pemotongan.

Dijelaskan oleh Pak Hafid untuk menerima mereka diperkerjakan kembali itu bukan kewenangannya, itu ada kewenangan General Manager.

Pos terkait