Mantan Caleg RO Belum Ditahan, PSPI: Propam Harus Dalami Lagi Masalah ini

  • Whatsapp

LIMAPULUH KOTA, AMUNISINEWS.CO.ID- Kasus dugaan penipuan oleh mantan Caleg DPR-RI dari Demokrat, RO masih proses oleh Polres Limapuluh Kota, Sumatera Barat. Kendati sudah tersangka RO masih belum ditahan.

Kondisi membuat penasehat hukum pelapor JL Toruan geram dan meminta penyidik melakukan upaya paksa penahanan.

“Sudah jelas bahwa RO ini tidak kooperatif lalu apa tindakan penyidik? Seharusnya penyidik bisa melakukaun upaya paksa dengan menahan tersangaka,” ujar JL Toruan saat berbincang dengan wartawan,  Selasa (10/3).

Toruan mempertanyakan keseriusan pihak Polres dalam menyelesaikan kasus ini karena sudah jelas jelas dalam sidang praperadilan RO kalah, tapi RO masih tetap bekeliaran sampai saat ini.”Memang siapa RO ini kok bisa saja berbuat sesuka hatinya,” ujar Toruan.

Masih belum ditahannya RO, mendapat tanggapan dari Surya Hamdani , SE, SH dari Lembaga Hukum Indonesia (Lembakum). Menurutnya, tak ada alasan bagi Polri untuk tidak menahan RO jika penetapan tersangka sudah dilalui melalui proses pemeriksaan saksi-saksi dan  memenuhi unsur sebagai  tersangka.

“Bila ada kejanggalan-kejanggalan terhadap upaya yang dilakukan penyidik, pelapor bisa mengadukan ini ke media, ke Propam atau Kapolri agar dapat diluruskan,” ujar Surya Hamdani.

Kapolres berikut beberapa bawahanya pernah diperiksa atau diklarifikasi Prompam Polri atas pengaduan tersangka pada 7 Februari 2020. Sejauh ini, Kasat Serta Luther yag dikonfirmasi bungkam tak mau berkomentar,

Menurut  Surya Hamdani, sulit bagi kita untuk mengetahui hasil pemeriksaan dari Propam terhadap pejabat Polres Limapuluh Kota, bagaimana hasil pemeriksaannya, bagaimana proses penetapan tersangkanya. “Jika ada oknum yang bermain, dibuka saja,” tegas Surya.

“Saya sarankan semua pihak kembali melihat visi misi Kapolri yang ingin bersihkan semua sektor sampai tingkat Mabes Polri,  ada baiknya dilakukan tindakan persuasif. Jika terjadi konspirasi,  pelapor harus meminta Kapoilri untuk tuntaskan masalah ini. Jangan sampai polisi berpihak kepada yang salah. Masyarakat minta keadilan, pegang itu rasa keadilan bagi masyarakat,” tegas Surya Hamdani.

Tommy Tri Yunanto

Sementara itu Sekjen Perhimpunan Sahabat Polisi Indonesia (PSPI), Tommy Tri Yunanto meminta jajaran Polres Limapuluh Kota tunduk kepada program Kapolri tentang Reformasi Birokrasi Polri yang meminta Polri bekerja lurus dan bersih.

“Apabila dalam kasus ini terjadi konspirasi PSPI meminta Kapolri bertindak tegas dengan memecat pejabat yang terlibat konspirasi tersebut. Jangan ragu lakukan seperti pernah dilakukan di Polres Jakarta Selatan. Propam, Paminal harus menggali masalah ini,” kata Tommy Tri Yunanto.

Seperti diberirakan, RO dilaporkan seorang warga bernama Zamhar Pasma Budi beberapa waktu lalu yang merasa dirugikan mencapai Rp1,7 miliar.

Pada Kamis lalu, pemeriksaan terhadap tersangka berlangsung hingga pukul 23.55 Wib. Proses pemeriksaan juga dihadiri Kasat Reskrim AKP Anton Luther, KBO Satreskrim Iptu Army Ariosa dan Dantim Satreskrim Aipda Bainur.

AKP Anton Luther mengatakan pemeriksaan yang dilakukan Kamis malam tersebut masih belum selesai karena itu pihaknya belum bisa melakukan penahanan.

Meski begitu, pihaknya akan membicarakan langsung kepada pimpinan dalam hal ini Kapolres apa langkah yang akan dilakukan seusai pemeriksanaan.

“Benar, kami memang tengah melakukan pemeriksaan terhadap tersangka RO dalam perkara dugaan penipuan. Saat pemeriksaan ada sekitar puluhan pertanyaan yang diajukan penyidik kepada RO yang didampingi langsung oleh penasehat hukumnya,” kata dia.

Sebelumnya Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Pati Kabupaten Limapuluh Kota menolak seluruh permohonan dari pengacara RO, yakni Jon Mathias yang meminta peninjauan ulang status tersangka yang telah ditetapkan kepada RO.

Keputusan hakim dengan No 1/pid.pra/2020/PN-Tjp ini menolak permohonan pemohon pra peradilan seluruhnya dan membebankan biaya perkara kepada pemohon sebesar nihil.

Dalam sidang tersebut hakim menerima seluruh permohonan dari termohon, yakni Polres Limapuluh Kota selaku termohon pada pe­netapan tersangka RO dalam kasus dugaan penipuan yang sudah memenuhi selu­ruh unsur serta sesuai dengan ke­tentuan perundang-un­da­ngan.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *