Masyarakat Sukabangun Luar Resah Akibat Penyaluran PKH Diduga Tak Serius

  • Whatsapp

Oleh Tri Teguh

KETAPANG,AMUNISINEWS.CO.ID-Awak media Amunisi lakukan investigasi di lapangan, adanya temuan-temuan dan pihak masyarakat merasa resah mengenai masalah bantuan-batuan yang diduga tidak tersalurkan dengan baik bahkan dijadikan kesempatan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.

Masyarakat dan beserta Mol selaku Kepala Dusun 02 (dua) mengatakan pada saat di komfirmasi oleh awak media Amunisinews.co.id tepat di rumah kediamannya pada tangga 12 Juni 2020 pada pukul 19:00 malam mengatakan, kalau bisa jangan cuma BLT saja yang difokuskan, dikarenakan masalah yang sebenarnya ada di Dinas Sosial terkait dengan program PKH, BPNT, dan juga yang lagi diproses sekarang Bantuan Lansia, yang diduga penerima manfaatnya banyak tidak tepat sasaran.

Yang kedua penyaluran dana BST (Bantuan Sosial Tunai) yang dari pusat banyak penerima manfaat yang tumpang tindih bersamaan dengan data PKH, dan disisi lain pihak desapun terkejut dengan data penerima manfaat, yang tiba-tiba muncul ke desa tanpa diketahui, serta pertanyaannya di sini, usulan dari manakah data tersebut, di sini masyarakatpun mendukung agar pemerntah pusat secara exsta hati-hati dalam menyalurkan Dana yang begitu besar yang teralokasikan, maka masyarakat meminta kepada pemerintah pusat untuk tegas dan bijak serta mengambil tindakan, tegasnya Mol selaku kepala dusun 02.

Sukardi selaku PJ desa Sukabangun Luar mengatakan, mengenai PKH sudah diganti dengan namanya BPRT di tahun ini dan pada hari senin, tanggal : 8/6/2020 lalu, lanjut Sukardi menerangkan bahwa anehnya di dusun 03 (tiga) tidak ada data PKH di sinilah sangat berat, dan sangat disesalkan oleh Sukardi selaku PJ Desa mengapa selama ini tidak adanya pemberitahuan dan juga laporan dari Dayat selaku pendamping PKH di desa Sukabangun.

“Pada saat saya meminta data dari Dayat namun tidak pernah diberikan, pertanyaannya saya kenapa untuk di wilayah desa sukabangun dalam mendapatkan data tersebut dan kami tidak, apakah di sini adanya perbedaan antara Desa sukabangun dalam dan Sukabangun luar?” tanyanya.

Sukardi merasa terkejut dengan atas data-data yang bermunculan untuk mengenai masalah PKH yang terjadi di Desa Sukabangun Luar dan mengenai masalah PKH  di sini pada tiap-tiap desa bahkan para RT tidak mengetahui siapa yang betul-betul mendapatkan PKH, serta data sudah dimasukan dari warga masyarakat setempat.

Seperti yang disampaikan Hidayat atau biasa dipanggil dengan Dayat selaku pendamping PKH di desa sukabangun, bahwa PKH ada beberapa katagori sebagai contohnya, yaitu PKH untuk ibu hamil, Balita, dan anak sekolah pintar, serta juga ada PKH untuk masyarakat yang kurang mampu atau miskin.

Dalam rapat Hidayat menerangkan pada saat rapat juga kepada awak media Amunisi, silahkan tanyakan langsung ke Dinsos bila mana Bpk/Ibu baik siapapun yang merasa kurang puas mengenai masalah PKH dan lain-lain dikarnakan bukan wewenangnya dan berdasarkan perintah saja

“Dalam hal tersebut saya mengaku tidak berani menjelaskan secara rill dikarna saya memiliki kode etik tersendiri dan tidak boleh membuka apa yang sudah di perintahkan oleh Dinsos, “ungkapnya.

Dari pihak desa dan masyarakat telah menanyakan data-data itu datangnya darimana dan di buat oleh siapakah, namun tiada kejelasan dari Dayat selaku pendamping PKH wilayah Sukabangun.

Jumadi selaku LSM-LAKI (Laskar Anti Korupsi Indonesia) Ketapang Kalimantan Barat, dan juga selaku masyarakat desa Sukabangun Luar juga, serta warga yang menerima PKH dalam katagori PKH bantuan anak sekolah pintar, menanyakan kepada Dayat apakah nama PKH nya masuk dan ada dalam daftar?

Setelah dicek oleh Dayat namun nama tidak masuk dalam daftar, dan jawabannya kurang tau, dengan alasannya bahwa ia masuk desa Sukabangun, masih cukup terbilang baru pada tahun 2019 lalu sebagai pengganti Mustakar.

Oleh : (Tri Teguh A)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *